04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Tingkat Kematian UKM
Tajuk:

TINGKAT
kematian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terutama pada tiga tahun pertama relatif tinggi. Terutama dalam tiga tahun pertama rata-rata sekitar 50-60 persen. Namun setelah tiga tahun, tingkat kematian UKM menurun menjadi 30-40 persen.

Telah terjadi fenomena baru, UKM-UKM bermunculan setiap saat dalam jumlah yang semakin meningkat. Salah satunya berkat berbagai fasilitas yang diusahakan oleh pemerintah. Akan tetapi kehadiran mereka perlu mendapat pembinaan dan pendampingan usaha agar bisa melewati masa kritis dari pembangunan usahanya itu.

Wacana Guru Besar Ekonomi Unpad, Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita (Ant, 1/8) menarik disimak. Untuk mengatasi kondisi itu, pendampingan kita juga rasakan sangat penting. Beberapa studi menunjukkan tingkat kematian perusahaan menurun melalui pembinaan dan pendampingan yang intensif.

Pendampingan yang ideal dimulai dari pengidentifikasian peluang, start up dan depelopment dengan materi; meliputi sifat kewirausahaan, keterampilan bisnis dan pengetahuan teknis berdasarkan jenis usaha.

Pengidentifikasian peluang sangat menentukan dan menjadi tahap inkubasi. Jarak antara peluang dan start up merupakan valley of death atau lembah kematian bagi wirausaha.

Pembinaan dalam tahap inkubasi itu harus dimatangkan meliputi penelitian pasar, produk atau jasa, aspek legal, keterampilan bisnis dan rencana usaha. Dalam tahapan start up perlu diperhatikan strategi pembiayaan, strategi pemasaran, strategi lokasi, people skills atau keterampilan berinteraksi dengan manusia.

Termasuk di dalamnya kemampuan memilih mitra bisnis, pendelegasian, jejaring kerja, keterampilan bernegosiasi dan kemampuan manajemen internal.

Sedangkan dalam tahap development, perlu penguatan karakteristik kewirausahaan, manajemen aset yang berharga, manajemen formal, sistem pengawasan serta informasi dan desain organisasi. Secara keseluruhan lembaga pendamping berfungsi membantu kelahiran perusahaan baru yang berwawasan kewirausahaan.

Pendamping bisnis juga memfasilitasi akses UKM kepada pasar tenaga kerja, keuangan, teknologi dan pasar sehingga perusahaan bisa melewati tahapan krisis pada inkubasi, start up dan development. Bahwa tanggungjawab pemerintah begitu besar dalam upaya mengeleminasi aneka

tantangan UKM-UKM bermunculan setiap saat dalam jumlah yang semakin meningkat. Harapan kita, pembinaan dan pendampingan agar UKM bisa melewati masa kritis itu bukan hanya sekadar dijadikan “obyekan” proyek.

Sentil:

Tingkat kematian UKM tiga tahun pertama relatif tinggi.
- Jadi kelinci percobaan.

Terjadi fenomena baru, UKM-UKM muncul setiap saat.
- Patah tumbuh berganti.

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost