04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Persaingan Tinggi, Pengecer Pulsa Elektrik makin Marak
Denpasar (BisnisBali) – Persaingan usaha pengecer pulsa elektrik makin hari makin tinggi. Kendati demikian, bisnis ini tidak ditinggalkan, justru pengecer pulsa elektrik berkembang pesat.

Seperti dikatakan Ratih, pengelola kios ponsel dan pulsa di Denpasar, Minggu (3/8) kemarin. Perkembangan bisnis pulsa elektrik tetap prospektif seiiring gencarnya pulsa murah beberapa operator telekomunikasi. Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah kios penjual pulsa ponsel terus bermunculan.

“Hampir di setiap kios, ruko, pasar, perumahan dan perkantoran selalu saja ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa ponsel. Bukan hal yang aneh jika beberapa teman di kantor, kampus, sekolah ada juga berjualan pulsa elektrik,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena ini muncul karena industri ponsel di Denpasar berkembang sangat pesat. Setiap tahun jumlah pemilik ponsel dari anak-anak, remaja hingga orangtua terus bertambah.

Di samping peluang pasarnya masih terbuka lebar, operator-operator telekomunikasi baru juga terus bermunculan dengan beberapa produk sekaligus. Misalnya, Telkomsel memiliki produk (Simpati, Kartu AS, dan Halo ).

“Ini belum operator lainnya. Melihat gambaran ini, bukan hal yang aneh jika permintaan pulsa elektrik juga makin membengkak dari tahun ke tahun,” paparnya.

Berbicara keuntungan bisnis pulsa elektrik, kata Ratih, dulu ketika baru ada voucher fisik, pedagang hanya bisa menjual pulsa dalam pecahan Rp 100.000 atau Rp 50.000 per satu kali isi pulsa. Sekarang, pedagang bisa menjual pulsa elektrik dengan nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, dan bahkan Rp 5.000 sekali isi.

Dengan pecahan yang makin kecil, imbuhnya, otomatis perputaran uang pada pemilik gerai pulsa juga makin cepat. Alhasil, karena jumlah transaksi yang terjadi makin banyak, penjual juga memiliki peluang makin banyak untuk memperoleh keuntungan.

“Intinya pulsa bagi pengguna ponsel sekarang ini sudah benar-benar menjadi komoditi,” ucapnya. Indri pemilik kios ponsel lainnya sependapat, bisnis pulsa elektrik masih potensial di tengah tingginya persaingan. Hanya bermodalkan ponsel dan pulsa, semua orang bisa berbisnis.

“Betul, jumlah gerai penjualan pulsa sangat banyak dan membuat tingkat persaingan di bisnis ini sangat tinggi. Tetapi, selama jumlah pengguna ponsel masih terus bertambah, rezeki dari pulsa ponsel juga belum habis,” katanya sambil menjelaskan sistem kerja penjualan pulsa elektrik bisanya sistem diskon.

Maksudnya, pihak operator akan menjual pulsanya kepada distributor hingga pengecer dengan harga yang sedikit lebih rendah dari harga nominalnya. Selanjutnya, distributor hingga pengecer menjual voucher pulsa tersebut dengan memasang margin tertentu. “Marginnya juga tidak bisa tinggi-tinggi sesuai kesepakatan. Paling banyak mengambil untung sekitar Rp 100-Rp 500 per voucher,” ungkapnya. *dik
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost