04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Permintaan Komputer masih Lesu
Denpasar (BisnisBali) – Permintaan komputer kini mulai mengalami kelesuan. Ini seiring dengan lesunya perekonomian yang berdampak pada merosotnya daya beli masyarakat terhadap produk teknologi tersebut.

Salah seorang pebisnis komputer di Denpasar, Wayan Edi Darsana, Minggu (3/8) kemarin mengatakan, meski harga beberapa produk komputer telah mengalami penurunan, permintaan konsumen terhadap produk tersebut tetap lesu.

“Turunnya harga komputer itu tidak secara otomatis meningkatkan penjualannya, karena daya beli masyarakat belum mengalami peningkatan. Saat ini banyak konsumen yang menunggu sampai harga yang diinginkan. Ini menyebabkan, banyak konsumen yang menunda pembelian komputer,” katanya.

Penurunan harga komputer sangat tergantung dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Jika rupiah menguat, dipastikan harga komputer akan mengalami penurunan.

Demikian juga sebaliknya. “Komputer baru saat ini harganya masih tetap stabil. Sementara harga komputer bekas telah mulai mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, turunnya harga komputer bekas ini membuat perdagangannya makin marak. “Permintaan konsumen terhadap komputer bekas ini terus meningkat,” katanya.

Dalam sehari, Edi mengaku bisa menjual 6-10 unit komputer bekas. Sementara untuk komputer baru, rata-rata 3 unit per hari,” katanya. Meningkatnya permintaan tersebut, kemungkinan juga dikarenakan para pedagang banyak yang membanting harga.

Produk yang harganya dibanting itu, umumnya yang sudah ketinggalan teknologi masa kini. “Komputer bekas ini, umumnya ditawarkan dengan harga Rp 1,5 juta per unit,” katanya.

Pebisnis komputer ini, menurut Edi, sangat rentan mengalami kerugian. Ini dikarenakan, mereka mengimpor komputer dan komponennya saat kurs masih tinggi. Kondisi ini sangat merugikan pebisnis komputer.

Sementara itu, khusus untuk komponen komputer seperti processor, harganya relatif stabil dan tidak terpengaruh dengan kurs. “Meski demikian, dalam berbisnis komputer ini, pengusaha harus hati-hati dan jeli agar tak menanggung kerugian,” katanya. *yas


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost