04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Jelang Peringatan Ke-63 Kemerdekaan RI Pedagang Bendera mulai ‘’Menjamur’’
Denpasar (BisnisBali) – Menjelang peringatan ke- 63 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2008, pedagang bendera musiman di Kota Denpasar mulai menjamur.

Meski masih sekitar beberapa minggu lagi, dari pantaun BisnisBali, Minggu (3/8) kemarin, tampak beberapa pedagang bendera merah putih sudah banyak terlihat menggelar dagangannya di atas trotoar dan tempat-tempat strategis lainnya. Seperti di seputaran jalan Diponogoro, Imam Bonjol dan lainnya.

Dana, salah satu penjual bendera yang datang jauh-jauh dari Jawa Barat khusus menjual bendera Merah Putih mengatakan, dari tahun ke tahun menjelang peringataan Hari Kemerdekaan RI, ia ke luar daerah atau pulau untuk menjual bendera merah putih, tak ketinggalan Bali.

Selama seminggu berada di Bali, ia mengaku permintaan masyarakat sudah mulai ramai. Tiap harinya, empat hingga enam buah bendera terjual. Lebih jauh ia mengaku, sebagai pedagang bendera tak hanya sekadar mencari keuntungan semata, namun dengan menjual bendera ada kesan nasionalisme serta terkandung makna perjuangan.

“Sebagai orang Bandung yang dikenal dengan kota Pahlawan, merasa menjual bendera merah putih menjelang peringatan 17 Agustus membawa kebanggaan tersendiri. Berbeda dengan pejuang terdahulu yang mencoba mengibarkan bendera merah putih dengan titik darah penghabisan,” ujarnya.

Ditambahkan, dirinya akan berjualan sampai dengan 2 atau 1 hari menjelang hari 17 Agustus, sedangkan pada perayaan Kemerdekaan RI nanti pihaknya tidak berjualan lagi, karena permintaan dirasakan sudah mulai berkurang.

Berbagai jenis serta model bendera ditawarkan oleh Dana. Mulai dari umbul-umbul, bendera berbentuk kipas dan atribut lainnya. Mengenai harga jual, dijelaskan, bendera, umbul-umbul, kipas serta atribut lainnya, harganya bervariasi tergantung ukurannya.

Untuk ukuran mini, paling rendah harganya Rp 10.000 per pcs, sedangkan ukuran lain bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per buah. “Harga bendera naik, karena terjadi kenaikan harga bahan baku dampak dari kenaikan BBM,” imbuhnya. *dwi

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost