Denpasar (BisnisBali) – Cerahnya perkembangan
bisnis jasa tailor (tukang jahit) serta produk pakaian jadi,
secara langsung berimbas pada permintaan produk mesin jahit
dari beberapa merek yang sudah ternama di pasaran seperti
Buterfly dan Singer.
Menurut Putrinadi, salah seorang penyedia mesin jahit di seputaran
Denpasar, Sabtu (2/8) lalu, penjualan mesin jahit hingga saat
ini masih tetap tinggi seiring masih tingginya keinginan masyarakat
menggunakan jasa tailor, yakni rata-rata mencapai 70 unit
per bulan dari berbagai merek dan tipe yang disediakan.
”Belum lagi banyak kalangan ibu rumah tangga yang ikut
kursus menjahit, guna membantu perekonomian keluarga. Saya
kira permintaan konsumen terhadap produk ini masih menggembirakan,”
ujarnya.
Dukungan perusahaan garmen yang banyak beroperasi secara umum
turut pula memacu bisnis mesin jahit. ‘’Kami menyediakan
berbagai tipe dan merek mesin jahit, seperti Buterfly dan
Singer. Mulai dari tipe biasa atau manual hingga menggunakan
tenaga listrik atau dinamo,’’ ungkapnya.
Disinggung mengenai harga mesin jahit yang ditawarkannya bervariasi,
tergantung ukuran dan jenis mesin. Misalnya, mesin jahit manual
merek Butterfly dijual Rp 300.000-Rp 500.000 per unit. Mesin
jahit yang menggunakan listrik atau dinamo harganya lebih
mahal, yakni, Rp 1 juta lebih per unitnya.
Hal senada diungkapkan Dharmawati, salah seorang penyedia
mesin jahit lainnya. ‘’Permintaan mesin jahit
relatif stabil. Pembeli kebanyakan datang dari kalangan ibu
rumah tangga, jasa tailor dan perusahaan garmen,’’
ujarnya.
Lanjut dia, keadaan ini bisa jadi karena pengaruh perekonomian
masyarakat yang belum kembali secara optimal. Tidak heran,
guna menambah penghasilan dalam rumah tangga, kalangan ibu
rumah tangga membuka usaha jasa jahit.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang makin canggih,
konsumen memiliki banyak pilihan. ’’Seiring dengan
perkembangan zaman dan teknologi yang makin tinggi, keberadaan
mesin jahit sudah menjadi kebutuhan primer bagi tiap orang
sebagai sarana menjahit di rumah,’’ ungkapnya.
*aya