04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Deteksi Dini Cegah Kanker Leher Rahim
Denpasar (BisnisBali)-Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah penyakit yang sel-sel leher rahim tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali sehingga merusak jaringan di sekitarnya. Kanker jenis ini banyak menyerang wanita di negara berkembang termasuk Indonesia. Setiap tahunnya ada 180.000 sampai 200.000 kasus baru kanker leher rahim.

Demikian Kepala Cabang Laboratorium Prodia Denpasar Erizal Sugiono, S.Si., Apt., M.Kes. mengungkapkan, Sabtu (3/8) terkait dengan kasus penyakit kanker leher rahim.

Menurut dia, pentingnya deteksi dini terhadap kasus kanker leher rahim untuk menghindari kefatalan jika sudah terserang kanker leher rahim. Di samping itu, deteksi dini kanker leher rahim juga merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya mengingat biaya penanganan kasus kanker leher rahim bagi kaum wanita yang kadung sudah terserang kasus penyakit ini cukup mahal. Jumlahnya juga sangat menguras kondisi ekonomi keluarga.

Dijelaskan, walaupun kanker leher rahim merupakan jenis kanker terbanyak dan dengan angka kematian tinggi di Indonesia, untungnya dapat dicegah dan disembuhkan bila dapat dideteksi secara dini dan segera ditangani. Cara deteksi yang umum dikenal adalah pap smear, yaitu pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dengan mengambil contoh sel melalui vagina dengan alat khusus.

Kemampuan deteksi pap smear terbatas. Sebagian sel yang akan dideteksi kadang tidak terbawa atau sel yang bertumpuk sehingga menyebabkan preparat (kaca tipis berisi sel) menjadi kabur. Sekarang ada pemeriksaan metoda baru yang lebih akurat yaitu sitologi serviks berbasis cairan dan HPV DNA.

Pemeriksaan sitologi serviks berbasis cairan akan meningkatkan kemampuan atau keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahim. Dengan adanya penanganan khusus pada metoda ini sel pengganggu atau faktor pengganggu lainnya pada saat pendeteksian dapat dihilangkan. Prosesnya pun terstandardisasi dengan menggunakan prosesor otomatis.

Pemeriksaan HPV DNA digunakan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papiloma Virus (HPV), yaitu virus yang dapat menyebabkan kanker leher rahim. Kebanyakan orang yang telah aktif secara seksual dapat terinfeksi HPV.

Kelompok yang mempunyai risiko tinggi terjangkit HPV ini adalah wanita yang melakukan hubungan seksual pada waktu muda (usia 14-16 tahun) dan yang mempunyai pasangan seks banyak.

Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sebaiknya melakukan skrining laboratorium ini, karena penyakit kanker leher rahim tidak diawali gejala-gejala khusus pada stadium awal.

Baru saat keganasan menyebar penderitanya akan mengeluhkan perdarahan pada vagina, nyeri saat senggama dan saat berkemih. Karenanya, segera lakukan deteksi dini kanker leher rahim sebelum terlambat. *dra/asp…

Salah seorang petugas Lab. Klinik Prodia, sedang memberikan konsultasi dengan salah seorang wanita tentang kanker leher rahim.

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost