Sanur (BisnisBali) – Sebagai salah satu busana
tradisional, kebaya kini makin mendapat perhatian di kalangan
masyarakat luas. Perkembangan dunia fashion yang pesat, juga
telah membuat modifikasi kebaya makin beragam. Saat ini kebaya
menjadi tren di kalangan perempuan muda dan dewasa yang ingin
tampil cantik, anggun dan menawan dalam berbagai acara.
Demikian dikatakan pedagang kain dan kebaya, Kartini, Sabtu
(2/8) lalu, di Denpasar. “Kebaya mampu membuat wanita
dalam ukuran tubuh apa pun terlihat mempesona, seksi, langsing
dan elegan pada acara istimewa. Penampilan ini tentunya harus
ditunjang dengan riasan wajah yang tepat dan serasi,”
ujarnya.
Kebaya tradisional, kebaya Sunda, kebaya encim, kebaya semitradisional,
kebaya tradisional, modifikasi dan lainnya. Berbagai model
kebaya ini bisa dipadukan dengan riasan rambut maupun wajah
gaya modern. Namun, harus tetap menggunakan azas padu padan
yang tepat.
Desainer, Indrayuni mengatakan, dalam berkebaya ada ketentuan
tak baku yang harus diikuti, jika ingin tampil optimal. Agar
kebaya pas di badan, gunakan long torso berkualitas sehingga
nyaman dan membentuk tubuh. Jika menggunakan puring, usahakan
warnanya senada dengan warna kebaya atau bawahannya baik dalam
bentuk korset atau kemben ketat.
“Untuk acara tak terlalu formal, kebaya bisa dipadankan
dengan celana panjang, rok panjang bahkan celana jeans. Tampilan
seperti ini akan terkesan kasual tapi tetap menarik,”
paparnya.
Alas kaki yang dipilih tentu bergaya feminine dengan warna
senada. Bisa juga menggunakan warna netral seperti hitam,
putih atau sewarna dengan perhiasan sebagai alternatif.
Sementara itu untuk perhiasan, gunakan seperlunya agar tidak
terlihat berlebihan. Pilih warna sesuai kebaya atau warna
netral. Jika sudah menggunakan bros, tidak perlu lagi ditambah
kalung. Tatanan rambut biasanya menjadi persoalan pada saat
mengenakan kebaya dengan padanan kain atau kamen.
Sangat tidak ideal, jika membiarkan rambut terurai atau dikepang
biasa tanpa sanggul. Sanggul tradisional tetap merupakan pilihan
ideal tapi tidak mutlak. Bisa menggunakan sanggul modern dengan
tatanan yang pas.
“Kecuali untuk acara formal, upacara adat atau agama,
tatanan rambut bisa sebebas mungkin dengan tetap menonjolkan
sisi feminin,” tandasnya.*rya
|