Sanur (BisnisBali) – Sayur urap bisa dikatakan
salah satu jenis menu sayuran yang lengkap akan serat, kecukupan
gizi serta kaya vitamin. Cita rasa yang khas dan merakyat
membuat sayur urap menjadi makanan favorit semua kalangan
masyarakat.
Bahkan, layak menjadi peluang bisnis makanan yang menjanjikan.
Demikian dikatakan pengamat gizi Dayu Padmiari, Minggu (3/8)
kemarin.
Menurut Dayu, bila dilihat dari segi bisnis makanan, menu
sayur memiliki peran penting dalam perkembangan usaha jasa
boga. Tak heran, menu sayur selalu ada dan variasi ditawarkan,
seiiring ragamnya menu lauk-pauk. Nilai jual sayur tak kalah
dengan menu dari daging maupun ikan.
‘’Olahan sayur urap salah satunya. Sayur ini memiliki
nilai jual tersendiri. Sebab, dari berbagai jenis daun yang
baik bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Sayur urap, diakui, merupakan menu sayur yang merakyat sehingga
setiap daerah ada sayur urap, meski dengan nama penyebutan
yang berbeda-beda.
Sayur urap merupakan campuran berbagai jenis sayur hijau yang
dimasak kemudian diolah jadi satu (secara urapan) dengan parutan
kelapa berbumbu. Campuran berbagai jenis sayur dan kelapa
secara urapan inilah, membuat menu tradisional ini disebut
sayur urap.
‘’Menggunakan berbagai jenis sayuran hijau, baik
yang dimasak maupun masih mentah inilah membuat sayuran ini
sebagai menu yang lengkap baik gizi, vitamin maupun kecukupan
seratnya. Sayur urap pun baik bagi kesehatan,” paparnya.
Juru masak salah satu rumah makan, Hastiar juga mengakui,
sayur urap dari segi bisnis cukup ramai diminati masyarakat
lokal maupun perantauan. Alasannya, sayur urap meski menjadi
makanan favorit bagi sebagian besar masyarakat, banyak pula
dari mereka yang tidak bisa membuatnya.
Akibat keterbatasan waktu, tidak kenal bumbu mereka lebih
banyak memilih praktis membeli. Tak heran, memenuhi permintaan
masyarakat terhadap sayur urap, banyak pengusaha rumah makan
yang melirik sayur urap sebagai peluang usaha.
‘’Sayur urap pun memiliki nilai jual relatif tinggi,
meski dipandang sebagai menu sederhana,” ungkapnya,
sambil membuktikan, keberadaan sayur urap tidak saja ditemui
di rumah makan berskala kecil namun banyak pula ditawarkan
di rumah makan setara restoran terkenal, hotel berbintang
yang menyajikan menu tradisional, usaha katering hingga jamuan
makan malam.
‘’Tentunya sayur yang dipergunakan disesuaikan
dengan pengunjung dan situasi acara,” tambahnya. Harga
jual sayur urap ditawarkan bervariasi tergantung permintaan
masyarakat. *dik
Membuat Sayur Urap
Bahan :
100 gram taoge, siangi, buang ekornya, kukus
50 gram kangkung, siangi, kukus
50 gram bayam, siangi, kukus
10 lonjor kacang panjang, potong-potong, kukus
10 lembar daun jeruk
150 gram kelapa muda, kupas, parut kasar
2 sendok makan air asam Jawa
Bumbu Halus:
10 buah cabai merah
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
4 cm kencur
1 sendok teh terasi
1 sendok garam
25 gram gula merah
Cara Membuat:
Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan kelapa parut, aduk
terus hingga matang.
Tambahkan daun jeruk, aduk kembali ± 10 menit di
atas api kecil.
Tuangi air asam jawa, lalu aduk hingga tercampur rata. Angkat.
Masukkan sayuran yang sudah dikukus ke dalam kelapa berbumbu,
aduk-aduk hingga tercampur rata. Sajikan. *dik