Denpasar (BisnisBali) – Dampak pola makan yang
salah, masyarakat bisa mengalami kekurangan ataupun kelebihan
gizi. Tingkat kesejahteraan tidak dapat dijadikan ukuran terpenuhinya
kecukupan gizi bagi keluarga.
Tanpa didukung pengetahuan dan tindakan yang tepat tentang
gizi serta pola makan seimbang, tidak akan memberikan kesehatan
yang optimal. Fenomena inilah yang terjadi saat ini.
Demikian dikatakan ahli gizi yang juga dosen Jurusan Gizi
Politeknik Kesehatan Denpasar, Ida Ayu Eka Padmiari, S.KM.,
M.Kes., baru-baru ini.
‘’Inti dari pola konsumsi yang seimbang adalah
mengkonsumsi makanan yang tepat, diperlukan tubuh, tidak berlebih
dan juga tidak kurang,” ungkapnya.
Banyaknya kasus obesitas pada anak di zaman modern ini, karena
mengkonsumsi makanan yang padat karbohirdat dan juga zat gula.
Ditambah lagi dengan kegiatan fisik yang minim, karena sebagian
besar waktu bermain anak-anak dihabiskan di depan TV atau
komputer. Dengan alasan agar si anak mau makan, orangtua pun
memberikan makanan yang disukai bukan yang dibutuhkan.
‘’Tanpa didikan dan pengetahuan yang benar tentang
pola makan seimbang, tingkat kesejahteraan tinggi sekali pun
tidak bisa mengatasi masalah gizi ini,” paparnya.
Dikatakan, gizi adalah makanan yang dikonsumsi sesuai dengan
kebutuhan tubuh tiap orang. Sementara ukuran kebutuhan gizi
tiap orang tidaklah sama. Karena itu, gizi yang seimbang penting
bagi tubuh karena bermanfaat bagi kesehatan.
Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya
kecukupaan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur
bagi kebutuhan seseorang.
Mendapatkan makanan yang sehat, makanan yang dimakan harus
disusun sedemikian rupa agar sesuai kebutuhan manusia dalam
menciptakan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan secara
optimal.
Tak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua zat gizi
yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang
dan produktif.
“Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, menurutnya,
tiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral) dalam jumlah cukup, tidak berlebihan
dan tidak kekurangan,” tandasnya.*rya
GIZI-Untuk meningkatkan kualitas hidup, tiap orang memerlukan
lima kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin
dan mineral).