04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Kesejahteraan tak Jamin Asupan Gizi Seimbang
Denpasar (BisnisBali) – Dampak pola makan yang salah, masyarakat bisa mengalami kekurangan ataupun kelebihan gizi. Tingkat kesejahteraan tidak dapat dijadikan ukuran terpenuhinya kecukupan gizi bagi keluarga.

Tanpa didukung pengetahuan dan tindakan yang tepat tentang gizi serta pola makan seimbang, tidak akan memberikan kesehatan yang optimal. Fenomena inilah yang terjadi saat ini.

Demikian dikatakan ahli gizi yang juga dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Denpasar, Ida Ayu Eka Padmiari, S.KM., M.Kes., baru-baru ini.
‘’Inti dari pola konsumsi yang seimbang adalah mengkonsumsi makanan yang tepat, diperlukan tubuh, tidak berlebih dan juga tidak kurang,” ungkapnya.

Banyaknya kasus obesitas pada anak di zaman modern ini, karena mengkonsumsi makanan yang padat karbohirdat dan juga zat gula. Ditambah lagi dengan kegiatan fisik yang minim, karena sebagian besar waktu bermain anak-anak dihabiskan di depan TV atau komputer. Dengan alasan agar si anak mau makan, orangtua pun memberikan makanan yang disukai bukan yang dibutuhkan.

‘’Tanpa didikan dan pengetahuan yang benar tentang pola makan seimbang, tingkat kesejahteraan tinggi sekali pun tidak bisa mengatasi masalah gizi ini,” paparnya.

Dikatakan, gizi adalah makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh tiap orang. Sementara ukuran kebutuhan gizi tiap orang tidaklah sama. Karena itu, gizi yang seimbang penting bagi tubuh karena bermanfaat bagi kesehatan.

Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupaan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur bagi kebutuhan seseorang.

Mendapatkan makanan yang sehat, makanan yang dimakan harus disusun sedemikian rupa agar sesuai kebutuhan manusia dalam menciptakan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan secara optimal.

Tak ada satu jenis makanan pun yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif.

“Untuk hidup dan meningkatkan kualitas hidup, menurutnya, tiap orang memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral) dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan,” tandasnya.*rya


GIZI-Untuk meningkatkan kualitas hidup, tiap orang memerlukan lima kelompok zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral).


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost