Badung (BisnisBali) – Menghadapi hari raya
Galungan, sejumlah pebisnis tumpeng kering meningkatkan stoknya
guna mengantisipasi melonjaknya permintaan. Penambahan stok,
terutama terkait dengan bahan kebutuhan pelengkap upakara,
seperti tumpeng kering, sampian dan lainnya.
‘’Kami sudah menyiapkan stok sejak awal Agustus
ini, karena permintaan beragam macam pelengkap upakara mulai
meningkat,” kata Ni Ketut Suartini, pemilik toko sarana
upakara di Pasar Anyar Sari, Minggu (3/8) kemarin.
Ia menyebut, penambahan stok itu besarnya antara 25-30 persen.
Stok akan dipersiapkan hingga seminggu setelah Galungan. ‘’Naiknya
permintaan terhadap sarana upakara ini, akan terjadi sepekan
menjelang perayaan. Keadaan ini lumrah terjadi menjelang hari
raya besar seperti Galungan dan Kuningan,” tuturnya.
Dikatakan, permintaan terhadap pelengkap upakara seperti tumpeng
kering pada perayaan Hari Raya Galungan tahun lalu mencapai
700 bungkus per hari dibandingkan tahun-tahun sebelumnya hanya
500-600 bungkus per hari. Harga yang untuk satu bungkus tumpeng
kering dipatok rata-rata Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per bungkus,
tergantung ukuran dan jenis tumpeng.
‘’Hari normal permintaan tumpeng upakara berkisar
50-100 bungkus tiap harinya. Permintaan berasal dari masyarakat
hingga pebisnis banten,” ucapnya.
Hal serupa dikatakan Nengah Nasih, pedagang pelengkap upakara
lainnya di kawasan Kapal. Biasanya menjelang H-7 Galungan
sudah terjadi lonjakan permintaan.
Lonjakan permintaan tidak hanya dari masyarakat, namun pengecer
yang menjual kembali sarana ini juga ramai. ‘’Tingginya
permintaan sarana upakara ini terjadi musiman, biasanya menjelang
hari raya besar umat Hindu di Bali,” tegasnya. *pwt
|