Minuman isotonik dikenal mampu menghilangkan dahaga
dan kelelahan dengan cepat. Selain itu, minuman ini juga dipercaya
mampu mengembalikan stamina dan konsentrasi.
Kini minuman ini sudah banyak beredar di pasaran dengan berbagai
merek. Benarkah minuman ini bermanfaat bagi tubuh, seperti
yang banyak diiklankan di televisi?
Ika mengatakan, ketika setelah selesai beraktivitas seperti
setelah bekerja, sehabis berolah raga dan lainnya, langsung
mengkonsumsi minuman isotonik rasa dahaga dan kelelahan yang
dirasakan langsung sirna dengan cepat.
“Saya selalu meminum minuman isotonik sehabis melakukan
aktivitas yang berat, karena rasanya memang berbeda setelah
mereguk minuman ini,” ungkapnya yang bekerja sebagai
staf administrasi di sebuah perusahaan swasta, Minggu (3/8)
kemarin.
Ahli gizi, Lia Ernawai mengatakan, minuman isotonik dinilai
mengandung berbagai mineral dan karbohidrat yang dapat membantu
mengatasi cairan tubuh yang hilang akibat keluar keringat.
Minuman mengandung ion juga bermanfaat untuk mengatasi menyakit
yang memerlukan asupan cairan yang banyak seperti sakit demam
berdarah.
Selain itu, minuman ini juga baik untuk penderita diare yang
banyak mengeluarkan cairan, karena minuman isotonik bisa membantu
menyuplai cairan pengganti dan energi bagi tubuh. Walaupun
banyak manfaat, minuman isotonik bagi tubuh terkadang ada
juga orang-orang yang sensitif terhadap minuman ini, mereka
malah justru diare setelah mengkonsumsi minuman ini. Selain
itu, ada juga beberapa orang yang memiliki penyakit tertentu
yang tidak dianjurkan mengkonsumsi minuman isotonik.
Seperti halnya penderita penyakit ginjal, orang yang menderita
penyakit ini tidak boleh berlebihan mengkonsumsi minuman ini,
karena bisa mempengaruhi penyakitnya. Demikian juga bagi orang
hipertensi, kelebihan meminum minuman ini berpengaruh pada
peningkatan tekanan darah.
Namun Ernawati juga menyebutkan, minuman isotonik umumnya
memiliki kandungan mineral yang relatif rendah. Karena itu,
efek samping kelebihan mineral karena terlalu banyak mengkonsumsi
minuman ini sangat jarang bahkan belum pernah terjadi.
Untuk lebih amannya, sebaiknya konsumen memperhatikan label
pada kemasan minuman ion, lihat berapa persen asupan mineralnya
dan berapa persen yang dibutuhkan oleh tubuh, agar tidak terjadi
kelebihan asupan mineral pada tubuh. ¦ade
|