Denpasar (BisnisBali) – Pasar hasil pertanian
sangat menuntut kualitas. Di samping itu, mutu juga berpengaruh
terhadap banyak sedikitnya konsumen. Mutu bagus dapat dipastikan
banyak penggemar. Sebaliknya, banyak konsumen akan beralih
memilih produk lain apabila mutu kurang bagus.
Untuk menjadi petani mandiri, dituntut mampu memproduksi hasil
pertanian berkualitas, kuantitas (jumlah) dan kontinuitas
(berkesinambungan). Apabila dapat memenuhi kriteria tersebut,
maka pasar luas sedang menunggu.
Baik pasar lokal dan domestik maupun asing (ekspor). Hal ini
dikatakan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa sekaligus
Site Manager Pasar Tani Denpasar, I Gede Pasek Mangku, Minggu
(3/8) kemarin di Denpasar.
Menurut Mangku, petani dalam era yang serba maju sekarang
ini seharusnya mengarah pada penggunaan teknologi secara maksimal.
Maka hasilnya akan sebanding dengan biaya produksi. Di samping
itu, pasar sangat menuntut produk pertanian yang berkualitas.
‘’Nah untuk menghasilkan produk pertanian yang
berkualitas tidak dibutuhkan lahan yang luas. Teknologi akan
membantu memproduksi hasil pertanian sesuai keinginan pasar.
Khusus bagi petani di Denpasar, sekarang ini dihadapi permasalahan
yang cukup krusial.
Lahan terus menyempit, pengaruh lapangan pekerjaan khususnya
di bidang jasa cukup tinggi. Juga permasalahan lainnya yang
mempengaruhi minat petani kurang memproduksi hasil pertanian.
Nah, kalau berani berinvestasi teknologi maka yakin hasil
pertanian sesuai keinginan pasar akan dapat dihasilkan,’’
katanya.
Mangku menjelaskan, sekarang ini pasar sektor pertanian cukup
tinggi. Jangan berorientasi pasar ekspor saja, pasar lokal
pun sangat tinggi. Bayangkan, selama ini produk pertanian
yang dibutuhkan konsumen Bali (khususnya Denpasar) masih didatangkan
dari luar Bali.
Pasar lokal, seperti pasar tradisional dan modern cukup banyak.
Di samping itu, di Bali, khususnya Denpasar dan Badung banyak
ada hotel dan resort yang memiliki fasilitas restoran, pub
dan lainnya, selain tempat pemasaran khusus untuk restoran
yang ada di luar hotel.
‘’Ingat, selain pasar tersebut di Bali banyak
orang asing yang tinggal dan menetap lama. Untuk itu, pasar
bagi masyarakat asing juga tinggi. Tinggal bagaimana caranya
untuk menjadi petani yang mandiri,’’ tegasnya.
Mangku menambahkan, petani mandiri sekarang ini mutlak dituntut
melakukan aktivitas sebagai petani dan berjiwa bisnis. Tuntutan
kualitas, kuantitas dan kontinuitas sangat mutlak. Sebab,
pasar sangat menuntut ketiga aspek tersebut.
Seperti kualitas, produk pertanian yang higenis/organik menjadi
andalan pasar yang luas. Pasar juga menuntut kuantitas (jumlah).
Petani mandiri harus mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan
konsumen.
Misalnya, untuk mensuplai sayur dalam satu bulan satu ton,
maka harus tepat mampu menyediakan sebanyak itu. Kemudian
kontinuitas merupakan tuntutan terakhir oleh pasar.
Pasar tidak mau tahu bahwa petani mengalami kendala dan permasalahan.
Konsumen selalu menuntut kebutuhannya selalu terpenuhi. Maka
petani mandiri harus mampu menyediakan produk pertanian secara
kontinuitas. *sta