04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Mutlak bagi Petani Mandiri
Denpasar (BisnisBali) – Pasar hasil pertanian sangat menuntut kualitas. Di samping itu, mutu juga berpengaruh terhadap banyak sedikitnya konsumen. Mutu bagus dapat dipastikan banyak penggemar. Sebaliknya, banyak konsumen akan beralih memilih produk lain apabila mutu kurang bagus.

Untuk menjadi petani mandiri, dituntut mampu memproduksi hasil pertanian berkualitas, kuantitas (jumlah) dan kontinuitas (berkesinambungan). Apabila dapat memenuhi kriteria tersebut, maka pasar luas sedang menunggu.

Baik pasar lokal dan domestik maupun asing (ekspor). Hal ini dikatakan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa sekaligus Site Manager Pasar Tani Denpasar, I Gede Pasek Mangku, Minggu (3/8) kemarin di Denpasar.

Menurut Mangku, petani dalam era yang serba maju sekarang ini seharusnya mengarah pada penggunaan teknologi secara maksimal. Maka hasilnya akan sebanding dengan biaya produksi. Di samping itu, pasar sangat menuntut produk pertanian yang berkualitas.

‘’Nah untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tidak dibutuhkan lahan yang luas. Teknologi akan membantu memproduksi hasil pertanian sesuai keinginan pasar. Khusus bagi petani di Denpasar, sekarang ini dihadapi permasalahan yang cukup krusial.

Lahan terus menyempit, pengaruh lapangan pekerjaan khususnya di bidang jasa cukup tinggi. Juga permasalahan lainnya yang mempengaruhi minat petani kurang memproduksi hasil pertanian. Nah, kalau berani berinvestasi teknologi maka yakin hasil pertanian sesuai keinginan pasar akan dapat dihasilkan,’’ katanya.

Mangku menjelaskan, sekarang ini pasar sektor pertanian cukup tinggi. Jangan berorientasi pasar ekspor saja, pasar lokal pun sangat tinggi. Bayangkan, selama ini produk pertanian yang dibutuhkan konsumen Bali (khususnya Denpasar) masih didatangkan dari luar Bali.

Pasar lokal, seperti pasar tradisional dan modern cukup banyak. Di samping itu, di Bali, khususnya Denpasar dan Badung banyak ada hotel dan resort yang memiliki fasilitas restoran, pub dan lainnya, selain tempat pemasaran khusus untuk restoran yang ada di luar hotel.

‘’Ingat, selain pasar tersebut di Bali banyak orang asing yang tinggal dan menetap lama. Untuk itu, pasar bagi masyarakat asing juga tinggi. Tinggal bagaimana caranya untuk menjadi petani yang mandiri,’’ tegasnya.

Mangku menambahkan, petani mandiri sekarang ini mutlak dituntut melakukan aktivitas sebagai petani dan berjiwa bisnis. Tuntutan kualitas, kuantitas dan kontinuitas sangat mutlak. Sebab, pasar sangat menuntut ketiga aspek tersebut.

Seperti kualitas, produk pertanian yang higenis/organik menjadi andalan pasar yang luas. Pasar juga menuntut kuantitas (jumlah). Petani mandiri harus mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan konsumen.

Misalnya, untuk mensuplai sayur dalam satu bulan satu ton, maka harus tepat mampu menyediakan sebanyak itu. Kemudian kontinuitas merupakan tuntutan terakhir oleh pasar.

Pasar tidak mau tahu bahwa petani mengalami kendala dan permasalahan. Konsumen selalu menuntut kebutuhannya selalu terpenuhi. Maka petani mandiri harus mampu menyediakan produk pertanian secara kontinuitas. *sta


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost