Denpasar (BisnisBali) – Bisnis
ikan koki merupakan bisnis potensial, namun masyarakat khususnya
di Denpasar tak banyak yang melirik bisnis ini.
Dari pantauan BisnisBali, Minggu (3/8) kemarin saat ini
hanya terdapat beberapa kelompok pengembang ikan koki seperti
yang ada di daerah Renon, Penguyangan serta Panjer.
Menurut Made Arioka, salah satu ketua petani ikan maskoki
maupun koi di Renon, Denpasar mengatakan, prospek ikan hias
di Bali, terutama di Denpasar, cukup baik. Khusus untuk
ikan maskoki sebagai salah satu andalan ikan hias Denpasar
belum banyak dilirik untuk dikembangkan serta serapan pasar
domestik maupun luar negeri belum begitu luas. Namun mulai
banyak disukai para penghobi ikan hias lokal.
Lebih jauh dikatakan, saat ini penjualan ikan maskoki Bali
tidak terlalu banyak, mungkin hal itu yang menjadi kurangnya
minat masyarakat untuk membudidayakan ikan tersebut. “Ini
menjadi sebuah tantangan bagi kami sebagai pembudidaya agar
ikan ini lebih banyak diserap serta diterima pasar ikan
hias di Bali maupun luar Bali,” ujarnya.
Namun saat ini pihaknya merasa belum mampu menyaingi penyerapan
pasar ikan hias hasil pengembangan pembudidaya dari daerah
Tulungagung dan Jakarta, karena pengembangan industri ikan
hias di kedua daerah tersebut sudah cukup maju. “Untuk
pengembangan ikan hias pihaknya belajar dari kedua daerah
tersebut,” ujarnya.
Di samping itu masih ada berbagai kesulitan yang dialami
seperti kurangnya debit air kolam pembenihan serta kendala
lainnya, seperti sangat sedikitnya eksportir ikan hias air
tawar di Bali, sehingga pemasarannya tidak terlalu luas.
Di Denpasar sendiri dikatakan, memelihara ikan hias belum
menjadi budaya masyarakat. “Ikan hias, terutama jenis
maskoki masih dipelihara oleh kalangan tertentu,”
ujarnya. Namun, lebih jauh dikatakan di luar daerah, masyarakat
menjadikan ikan hias sebagai mata pencaharian tetap yang
dikelolola secara profesional.
Ditambahkan, selama ini koki Bali memiliki penggemar tertentu
dan harga jualnya juga cukup tinggi. Satu ekor ikan koki
biasa dijual seharga Rp 25 ribu, sedangkan koki Bali bisa
laku Rp 100 ribu per ekor. *dwi
|