04 Agustus 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Sibetan, Beruntung Punya Salak pada Musim Paceklik
Amlapura (BisnisBali) - Dusun Tanah Ampo, Desa Sibetan, Bebandem memiliki kekhasan dalam produksi salak. Saat paceklik salak di semua tempat (sekitar Agustus), Tanah Ampo justru memiliki salak sehingga dapat menikmati harga cukup tinggi.

Dengan harga salak saat ini berkisar Rp 3.000 per kg untuk salak biasa dan Rp 30.000 per kg untuk salak gula pasir, menurut penuturan petani I Ketut Latra merupakan harga yang cukup baik.

Dikatakan, sebelum kenaikan BBM harga salak sempat anjlok tiap panen mencapai hanya Rp 300 - Rp 500 per kg. Pada saat paceklik ini di wilayah Tanah Ampo yang memiliki areal salak sekitar 100 Ha dengan sekitar 48 KK petani/penggarap salak, masih memiliki salak dengan harga tinggi.

”Harga biasanya anjlok saat panen raya, kalau produksi melimpah, buah salak tidak ada harganya,” ungkap Latra.

Sementara Perbekel Sibetan Ida Bagus Suteja ketika ditemui mengatakan, komoditi salak merupakan sumber penghasilan warga Jungutan di samping kerajinan, sebagian kecil galian C, sektor jasa perdagangan dan lainnya.

Dari komoditi salak hasil dari Desa Jungutan dipasarkan di Kota Amlapura, Pasar Karanganyar, Denpasar serta Surabaya.

Menurutnya, Desa Jungutan Kecamatan Bebandem merupakan salah satu desa penghasil salak andalan di Karangasem setelah Sibetan. Dengan luas wilayah 1936 Ha hampir di semua dusunnya yang berjumlah 12 dusun menjadi penghasil salak.

Dihuni sekitar 6287 jiwa terdiri 1910 KK dalam satu tahun bisa menghasilkan 8 ton salak dalam 2 kali panen per tahun sedangkan pada musim standar berkisar 6 ton. ”Warga di sini biasanya menikmati hasil panen dengan harga jual yang bagus di musim itu,” ungkapnya. *rah
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost