09 Juni 2008  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan meresmikan proyek jaringan pengolahan limbah rumah tangga terpadu senilai Rp 526 milyar di Denpasar, bertepatan pembukaan Pesta Kesenian Bali, 14 Juni mendatang.

Proyek sanitasi terpadu yang disebut Denpasar Sewarage Development Project (DSDP) itu tahap pertama memiliki jaringan penyaluran limbah ke 10 ribu rumah, kata Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PLP) Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, Ir. Susmono di Sanur, Bali, Minggu (8/6) kemarin.

Ia mengungkapkan hal itu di sela-sela lomba gambar dan pidato diikuti 150 siswa dari 61 SD dalam rangka kampanye nasional Tahun Sanitasi Internasional (International Year of Sanitation/IYS) 2008. Lomba dimaksudkan memberikan edukasi pentingnya menjaga air dan mengelola sampah dengan benar.

Disebutkan, pembangunan proyek sanitasi DSDP tersebut merupakan salah satu upaya dalam menjaga kebersihan air, dengan cara menyalurkan limbah rumah tangga ke jaringan distribusi untuk kemudian diolah. Dengan demikian limbah rumah tangga tidak akan mencemari lingkungan dan tidak sampai terbuang ke sungai dan ke laut.

"Di negara-negara maju seperti di Eropa, saluran air selalu bersih, karena limbah rumah tangga sudah ada jaringannya sendiri. Ini penting dalam upaya menjaga kebersihan air dan kesehatan lingkungan," tutur Susmono.

Menurut Susmono, di negara-negara Eropa jaringan limbah sudah mampu melayani sebagian besar rumah tangga. Sementara di Indonesia jika bisa mencapai 20 persen saja untuk tahap awal ini sudah cukup bagus.

Di Indonesia masalah sanitasi memerlukan perhatian serirus, karena dari 100 ribu kematian balita setiap tahun, 31.200 atau lebih 30 persen disebabkan oleh diare yang disebabkan oleh buruknya sanitasi.

Kemudian berdasarkan data BPS tahun 2006, baru 55 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi dan toilet secara memadai. Artinya masih ada sekitar 100 juta masyarakat Indonesia yang hidup dengan sanitasi buruk.

Dengan diresmikannya proyek DSDP oleh Presiden Yudhoyono, diharapkan gaung untuk menjaga kebersihan air dan tidak membuang sampah secara sembarangan diharapkan bisa lebih meresap ke masyarakat luas.

Susmono menyebutkan, orang yang sudah dewasa dan tua, sulit untuk menyadari dan segera melakukan perubahan perilaku menuju hidup di lingkungan yang bersih dan sehat.

"Yang sudah terbiasa membuang sampah ke sungai akan terus begitu. Karena itu kami mengkampanyekannya ke anak-anak lewat lomba menggambar dan pidato," ucapnya.

Dicontohkan di Denpasar, setiap hari petugas Dinas Pekerjaan Umum menjaring dan mengangkut sampah dari sungai hingga beberapa truk. Tetapi masyarakat, dan bahkan pegawai Dinas PU sendiri tetap saja membuang sampah ke sungai.

Ia mengingatkan, bumi terancam krisis air bersih, termasuk akibat pembuangan limbah rumah tangga dan lainnya ke sungai dan sumber air. Karena itu, perlu terus digalakkan upaya menyadarkan masyarakat agar tidak lagi mengotori air dengan sampah.

Susmono menambahkan, pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Sarbagita di Suwung, yang mengolah sampah menjadi kompos dan energi listrik merupakan salah satu upaya yang cukup bagus dalam rangka menjaga lingkungan.

"Upaya itu bagus, tetapi dalam 15-20 tahun program tersebut harus dievaluasi lagi disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi mendatang, termasuk mempertimbangkan peningkatan produksi sampah yang terus meningkat," ucapnya. *wid/ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost