01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Membangun Dapur yang Ideal
DAPUR merupakan salah satu ruangan yang harus ada di dalam rumah, karena di dapur penghuni rumah melakukan kegiatan memasak untuk seluruh anggota keluarga. Seiring perkembangan masyarakat, dapur mulai mengalami perubahan.

Dahulu pada umumnya di Indonesia dapur terbagi menjadi dapur bersih dan dapur kotor dan terletak terpisah dengan rumah induk ataupun terletak di pojok belakang rumah yang terkesan, bahwa dapur tersebut kurang baik bila sampai terlihat oleh tamu ataupun orang luar, karena dapur terkesan kotor dan berantakan.

Pada dapur modern, kita mengenal ada dua jenis dapur yaitu dapur bersih dan dapur kotor. Keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, dapur bersih berfungsi hanya untuk menghangatkan makanan sedangkan dapur kotor berfungsi untuk kegiatan memasak yang sesungguhnya.

Tetapi kini karena tuntutan kebutuhan dan perkembangan desain rumah yang mempunyai lahan terbatas, fungsi dapur kotor dan dapur bersih disatukan, sering juga disebut pantry.

Hal ini menyebabkan bahwa dapur perlu didesain bagus dan baik agar indah dilihat, fungsional, aman, nyaman, dan sehat. Sudah dapat dikatakan bahwa tuntutan hidup masa kini menjadikan dapur sebagai ruangan dalam rumah yang dapat berfungsi ganda, tidak hanya sebagai tempat masak, tetapi juga tempat menerima tamu terutama tamu yang sudah dekat dengan penghuni rumah.

Berbagai aspek yang dapat mempengaruhi desain dapur dalam rumah, seperti peletakan dapur, layout dapur, desain kitchen set serta materialnya yang akan dipergunakan. Berikut ini diulas lebih lanjut tentang dapur.

Peletakan dapur dalam rumah sebaiknya diposisikan pada area yang mendapatkan sikulasi penghawaan dan pencahayaan yang baik, sehingga nantinya akan menciptakan dapur yang sehat, dan nyaman.

Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik perencanaan peletakan posisi dapur sebaiknya berdampingan dengan area terbuka seperti taman. Karena bau-bauan yang tidak diinginkan dapat dengan mudah membaur dengan udara luar.

Selain itu juga dapat mencegah rsiko kebakaran dari kebocoran tabung dan pipa gas, karena gas akan mudah membaur dengan udara luar. Apabila posisi dapur tidak memungkin akan mendapat sirkulasi udara alami bisa menggunakan exhaust fan ataupun cooker hood yang banyak ragamnya di pasaran.

Pencahayaan yang baik dapat membunuh bakteri dan kuman pada dapur, maka posisi dapur sebaiknya memiliki jendela atau berdampingan dengan area terbuka agar sinar matahari dapat menerangi dapur pada siang hari.

Bila dapur tidak memungkinkan untuk mendapatkan cahaya dari samping, maka cahaya alami bisa di dapat dari pencahayaan dari atas. Contohnya sebagian plafond dapur dibuat transparan agar cahaya dapat masuk.

Lantai dapur sebaiknya dibuat sama atau lebih tinggi sekitar 3 cm – 5 cm dengan ruangan sekitarnya. Karena akan lebih mudah membersihkannya dalam membuang kotoran dan sisa-sisa olahan makanan yang tercecer di lantai dapur. Material lantai dipilih bahan yang mudah perawatannya.

Posisi dapur sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan si pemilik rumah. Apabila pemilik rumah senang memasak dengan mengundang beberapa teman dan akan langsung disajikan hendaknya dapur dekat dengan ruang makan dengan ruang keluarga atau memiliki meja minibar di dapur tersebut. Sehingga akan memudahkan penyajiannya. *nat/berbagai sumber


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost