01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Proses Lima Menit, Aspeknas Mampu Beri Pelayanan SBU “Online”
Denpasar (BisnisBali) –Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas) yang kemarin menyelenggarakan Kongres I di Bali, sudah mampu memberikan pelayanan maksimal terhadap anggotanya. Proses Sertifikasi Badan Usaha (SBU) online hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit.

Tinggal melakukan langkah mengakses data perusahan beberapa menit saja, langsung klik domain dapat online seluruh Indonesia. Ketua Panitia Kongres Aspeknas Daerah I, Ketut Resmi Yasa, S.T., yang mendampingi Sekjen Aspeknas Pusat, Ir. Garwono Winardi Surarso, M.E., IPM., dalam launching SBU online, Jumat (29/2) kemarin di Hotel Puri Dalem Sanur, mengakui satu-satunya asosiasi baru Aspeknas yang sekarang ini mampu memberikan pelayanan menggunakan sistem teknologi informasi (STI) dalam proses SBU, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

Bahkan, dalam hitungan kurang dari lima menit, sudah online di seluruh Indonesia.

Itu artinya, bagi anggota yang baru hanya membutuhkan waktu beberapa menit, sudah diakui menjadi anggota sah dan dapat diketahui ke seluruh Indonesia.

“Seperti sekarang ini, kami coba dua perusahan yang diakses dalam beberapa menit saja. Kedua perusahan tersebut yakni PT Trimanunggal Sakti dan PT Arya Dewata Raya. Proses menggunakan STI yang sangat singkat ini disaksikan undangan dan seluruh anggota Aspeknas Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Garwono mengharapkan dengan diselenggarakan Kongres Aspeknas Daerah I Bali ini mampu menjaring pemimpin yang mengayomi anggota. Pembinaan terhadap anggota sangat dibutuhkan, sehingga pemimpin Aspeknas Bali harus memiliki wawasan lebih.

“Sistem ngayah dan memajukan anggota sangat mutlak bagi pemimpin Aspeknas Bali. Melihat dari beragamnya karakter anggota, perlu seorang pemimpin yang bijak dan berbuat banyak memajukan anggota. Dan dua calon kandidat saat ini, yakni Hasan Yandi dan Teddy Triadi sama-sama memiliki kelebihan.

Tinggal anggota memilih salah satunya, yakin asosiasi ini akan berjalan dengan bagus,” tegasnya sambil berharap pemimpin harus didukung penuh anggotanya. Apabila kedua sistem ini berjalan (saling mengisi) maka asosiasi akan berkembang.

Garwono menambahkan, sekarang ini asosiasi jasa konstruksi sangat banyak, sehingga persaingan ketat dapat dipastikan akan terjadi, Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) perlu ditingkatkan.

“Nah, inilah tanggung jawab asosiasi memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap anggotanya. Dalam era persaingan yang cukup ketat, perlu SDM professional,” katanya. *sta/asp

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost