Gianyar (BisnisBali) -Karena sejak lama belum pernah
mendapatkan perbaikan, pasar umum kota Gianyar yang terletak
di jantung kota, sampai saat ini masih terkesan kumuh.
Padahal, tempat bertemunya banyak pembeli dan pedagang ini,
harus selalu dijaga kebersihan dan keindahannya. Terlebih
lagi, pasar tradisional itu dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Bupati Gianyar Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati ketika meninjau
pasar umum kota Gianyar, Jumat (29/2) mengakui kondisi pasar
tersebut terkesan kumuh. Terlebih di musim hujan ini.
Terutama pada lantai tiga yang cukup becek dan tergenangi
air. Untuk itu, pasar tersebut sudah seyogyanya mendapatkan
penataan yang lebih baik ke depan. Terlebih lagi, banyak pelaku
usaha kecil yang menggantungkan penghasilannya di pasar.
‘’Perlu ditata agar lebih baik lagi, sehingga
konsumen maupun pedagang jumlahnya makin ramai. Hal ini juga
bisa memperbesar PAD,’’ terang Bupati dengan panggilan
Cok Ace itu.
Jelas Bupati lagi, antara kapasitas dengan daya tampung pedagang
yang berjualan di pasar itu memang tidak seimbang. Lebih banyak
pedagang daripada ruang yang tersedia untuk berjualan.
Kondisi ini, membuat pula pasar terkesan kumuh. Maka dari
itu, untuk bisa menampung lebih banyak lagi jumlah pedagang
maupun pengunjung, kondisi pasar sudah semestinya dibenahi.
‘’Pasar juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan
bagi masyarakat kecil yang menyediakan berbagai keperluan
hidup sehari-hari. Seperti pedagang bunga, canang dan lain-lain
yang juga harus diperhatikan,’’ demikian Cok Ace.
Ni Made Suri pedagang minuman tradisional Bali mengakui, musim
hujan seperti sekarang ini, kondisi pasar sangat becek. Sehingga
ddi musim penghujan ini, jumlah pengunjung menurun. Padahal,
menjelang upacara pekiyisan dan Nyepi, biasanya jumlah pengunjung
selalu ramai. *mur
|