Tuban (BisnisBali) -Isiden yang menimpa pesawat Garuda,
Senin (25/2) mendapat reaksi yang cukup keras dari banyak
pihak. Akibat kasus ini General Manager AP I Bandara Ngurah
Rai Bali, I Nyoman Suwetja Putra, Jumat (29/2) kemarin usai
penyerahan bantuan bina lingkungan kepada SDN 3 Tuban mengatakan
akan segera memanggil pihak PT Aerowisata Catering Service
(ACS).
"Kita akan segera memanggil pihak ACS dan memberikan
peringatan kepada pimpinan ACS," ujarnya. Dirinya mengaku
belum mengetahui secara jelas mengapa insiden tersebut bisa
terjadi. Menurutnya, kejadian tersebut harus diselidiki dulu
dengan segala kemungkinannya.
"Jika insiden tersebut disebabkan human error, pelakunya
harus diberikan sanksi dan diperiksa kejiwaan," ujarnya.
Namun dirinya tidak mau buru-buru berprasangka sebab harus
menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Dalam kesempatan tersebut
ia juga mengatakan peristiwa atau pun kelalaian seperti itu
tidak terjadi lagi.
Terkait tudingan penyembunyiaan fakta oleh pihak AP I, ia
menegaskan jika hal tersebut tidak benar. "Kita tidak
menyembunyikan kebenaran atau fakta," ujarnya. Namun
demikian, ia mengakui ada sedikit miss komunikasi antara pihak
bandara dengan media.
Ditanya mengenai perayaan Nyepi, pada Jumat (7/3) mendatang
dirinya menyatakan kepastian ditutupnya Bandara Ngurah Rai
selama 24 jam. "Bandara akan ditutup selama 24 jam sejak
pukul 06.00 pada jumat 7 hingga pukul 06.00 keesokan harinya,"
ujar pria asal Gianyar ini.
Dikatakan, pada awal Januari lalu pihaknya telah mengumumkan
dan memberitahukan kepada bandara di seluruh dunia dan semua
maskapai. "Kita sudah memberitahukan dari 3 Januari lalu,"
ungkapnya. Tercatat sekitar 170 pergerakan pesawat akan terhenti
akibat penutupan tersebut.
Dengan penutupan ini apakah Ngurah Rai tidak rugi, dirinya
menyatakan kerugian pasti ada khususnya dari landing fee maupun
parkir. "Untuk penumpang sih tidak sebab banyak penumpang
akan memajukan jadwalnya ke Bali," katanya. Menurutnya
2-3 hari sebelum hari H para wisatawan akan tiba di Bali.
*wid
Wid-Suwetja Putra