Badung (BisnisBali) -Suku bunga kredit tertinggi
bagi kalangan bank perkreditan rakyat (BPR) dipatok 24 persen
setahun atau 2 persen setiap bulan. Namun bagi kalangan pelaku
usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), suku bunga kredit
batas atas bukanlah merupakan barang baru atau kabar baik.
Ketut Dianta, pelaku UMKM di Badung mengaku sejak puluhan
tahun bermitra dengan sejumlah BPR di Badung mengungkapkan
hal itu, Jumat (29/2) kemarin ketika memasok barang di pasar
tradisional Jalan Gunung Agung Denpasar.
Menurutnya, suku bunga kredit tertinggi 24 persen setahun
sudah diterapkan sebagian besar BPR yang beroperasi di Badung.
Jumlah BPR di Badung paling banyak yakni mencapai 57 unit,
disusul Gianyar 29 BPR dan sisanya menyebar di masing-masing
kabupaten di Bali.
Menurut dia, sejak awal tahun 2007 dia sudah mendapatkan suku
bunga kredit 2 persen menurun setiap bulan atau 24 persen
setahun. Sekarang turun menjadi 1,75 persen menurun setiap
bulan (18 persen lebih setahun).
Suku bunga kredit batas bawah bagi masing-masing BPR 15 persen
setahun rasanya akan sulit diberlakukan. Penyebabnya, dana-dana
yang dibeli dari masyarakat dan dana hasil linkage program
BPR dengan bank umum masih terlalu tinggi berkisar 11,85-15
persen setahun.
Ada di antara BPR di Badung jauh sebelumnya sudah memberlakukan
suku bunga turun sampai batas 1,5 persen setiap bulan. “Tetapi
orang atau nasabah yang mengajukan permohonan kredit dengan
suku bunga 1,5 persen setiap bulan pun masih sangat kurang,’’
jelas salah seorang pengelola BPR di Kuta yang yang tidak
mau disebut namanya.
Ditegaskan, soal suku bunga baik atas maupun batas bawah tak
perlu diperdebatkan. Biar pasar menentukan untuk menghindari
berbagai dampak negatif bermunculan terutama di intern BPR
masing-masing.
Sejumlah pengelola BPR di Gianyar yang juga tidak mau disebut
namanya membenarkan kondisi suku bunga pinjaman yang berlaku
sekarang sudah sesuai pasar.
Artinya secara umum, suku bunga kredit BPR sudah seragam rata-rata
2 persen menurun setiap bulan. Namun dibenarkan pula ada di
antara BPR sudah memberlakukan suku bunga pinjaman 1,5 persen
menurun setiap bulan. *dra