01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Menguat, Rupiah Dekati 9.000 per Dolar AS
Jakarta (BisnisBali) –Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Jumat pagi, naik tajam mendekati angka Rp 9.000 per dolar AS. Pelaku pasar kembali memburu mata uang lokal itu setelah melepasnya pada hari sebelumnya.

Nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp 9.045/9.050 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.075/9.078 per dolar AS atau naik 30 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta mengatakan, pelaku pasar kembali memburu rupiah setelah adanya pernyataan dari Ketua Bank Sentral AS (The Fed) Ben Bernanke bahwa sejumlah bank di AS mengalami kerugian.

Pernyataan itu memicu pelaku pasar melepas dolar AS dan membeli rupiah, sehingga mata uang Indonesia menguat mendekati angka Rp 9.000 per dolar AS, katanya.

Rupiah, menurut dia, berpeluang menguat hingga di bawah level Rp 9.000 per dolar AS, karena sentimen positif makin membesar. Faktor lain yang juga memicu pasar positif, adanya rencana The Fed menurunkan suku bunganya pada bulan depan yang memicu investor asing meningkatkan penempatan dananya di pasar domestik, katanya.

Ia mengatakan, apabila Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuannya, selisih bunga rupiah terhadap dolar AS akan semakin besar yang menarik capital inflows asing makin meningkat.

"Kami optimis rupiah akan terus menguat hingga jauh di bawah level Rp 9.000 per dolar AS, namun kenaikan yang terlalu cepat tidak baik bagi mata uang lokal itu," katanya.

Menurut dia, BI kemungkinan akan menjaga rupiah agar tetap berada dalam kisaran yang aman dan kenaikannya tidak terlalu cepat, sehingga apabila ada isu negatif, rupiah tidak akan terpuruk tajam.

Sementara itu, dolar AS di pasar regional terpuruk terhadap yen dan mata uang Asia lainnya, akibat data inflasi AS dan tenaga kerja yang cenderung merosot.

Data tersebut memicu pelaku asing melepas dolar AS, sehingga mata uang asing itu merosot, kata Edwin Sinaga yang juga Dirut PT Finance Corpindo.
Dolar AS terhadap yen turun menjadi 105,00 yang diperkirakan akan berlanjut hingga di posisi 104,65 yen. Euro terhadap dolar AS menguat menjadi 1,5185. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost