Denpasar (BisnisBali) -Keamanan masih menjadi salah
satu indikator fluktuasi kunjungan wisatawan Eropa ke Bali
tahun 2002-2006. Pemerintah mesti menjaga stabilitas keamanan
Bali termasuk memperlancar transportasi wisatawan Eropa ke
Bali.
Demikian dikemukakan Direktur Sekolah Perhotelan Bali, (SPB),
Drs. Nyoman Gede Astina, M.Pd., Jumat (29/2) kemarin.
Ia mengatakan data kunjungan wisatawan Eropa ke Bali tahun
2002-2006 terlihat berfluktuasi. Tahun 2002 kunjungan wisatawan
Eropa ke Bali mencapai angka 396.081 orang.
Sementara kunjungan wisatawan asal Eropa tahun 2003 menurun
menjadi 252.485 orang. Penurunun kunjungan wisatawan Eropa
ke Bali tahun 2003 mencapai 36,25 %. Grafik penurunan kunjungan
tahun 2003 ini murni karena bom Bali tahun 2002.
Tahun 2004 kunjungan wisatawan Eropa ke Bali berjumlah 319.549
orang. Kunjungan wisatawan tahun 2004 ini mengalami peningkatan
26,56 % dibandingkan tahun 2003. Kunjungan wisatawan Eropa
tahun 2004 ini memasuki masa pemulihan setelah terjadi bencana
bom Bali tahun 2002.
Dijelaskan, tahun 2005 kunjungan wisatawan Eropa ke Bali mencapai
362.474 orang. Dibandingkan dengan tahun 2004, kunjungan wisatawan
Eropa ke Bali tahun 2005 meningkat 13,43 %.
Tahun 2006 kunjungan wisatawan Eropa ke Bali berjumlah 353.157
orang. Dibandingkan tahun 2005, kunjungan wisatawan Eropa
ke Bali tahun 2006 mengalami penurunan mencapai 2,85 %.
Penurunan kunjungan Eropa ke Bali ini terjadi karena bom Kuta
dan Jimbaran tahun 2005. Menginjak tahun 2007 kunjungan wisatawan
Eropa ke Bali mencapai 427.686 orang. Tahun 2007 dan 2008
merupakan masa pemulihan kunjungan wisatawan Eropa ke Bali
setelah terjadi bom Kuta dan Jimbaran tahun 2005.
Melihat data tersebut, fluktuasi kunjungan wisatawan Eropa
ke Bali tahun 2002-2006 memiliki korelasi dengan bencana bom
di Bali. Penyebab penurunan kunjungan wisatawan Eropa ke Bali
lebih banyak mengarah pada permasalahan keamanan.
Ia menilai tahun 2008 ini pemerintah mesti proaktif untuk
meningkatkan kunjungan wisatawan Eropa ke Bali. Ini bisa dilakukan
dengan memperlancar transportasi wisatawan dari Eropa ke Bali.
Pemerintah mesti berupaya membuka kembali penerbangan maskapai
Garuda ke Eropa. Di sisi lain, pemerintah juga mesti memberikan
kemudahan masuknya maskapai dari luar negeri yang mengantar
wisatawan Eropa ke Bali.
Astina menambahkan selain permasalahan transportasi, pemerintah
bersama seluruh komponen pariwisata perlu menjaga stabilitas
keamanan di Bali. Keamanan menjadi faktor utama untuk mendorong
kunjungan wisatawan Eropa ke Bali tahun 2008 termasuk tahun-tahun
berikutnya. *kup
Kunjungan Wisatawan Eropa ke Bali Tahun 2002-2007
Tahun Jumlah
2002 396.081
2003 252.485
2004 319.549
2005 362.474
2006 352.157
2007 427.686
|