Sanur (BisnisBali) –Wisatawan domestik merupakan
pasar potensial wisata golf saat ini. Sebab, olah raga golf
bukan lagi diperuntukan bagi kalangan berduit saja, tetapi
sudah menjadi gaya hidup bagi wisatawan domestik, mancanegara
bahkan masyarakat lokal Bali itu sendiri.
“Terbukti, 80 persen dari jumlah kunjungan wisatawan
yang menikmati wisata golf di Sanur adalah wisatawan domestik
dan masyarakat lokal,” ungkap Manajer PR Sector Bar
& Restaurant, Grace Jeanie Anawangwulan, Jumat (29/2)
kemarin.
Ia mengatakan, seiring perkembangan pariwisata Bali, golf
menjadi alternatif berwisata bagi para pengunjung. Potensi
wisata golf saat ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan
untuk datang ke Indonesia khususnya Bali.
Hal tersebut layak mendapat perhatian dari pelaku pariwisata
Bali, karena ini dapat dikemas menjadi paket alternatif wisata
yang layak jual dan menarik bagi wisatawan.
Menurutnya, Bali mesti mengkaji wisata golf untuk dijadikan
produk unggulan dalam mendatangkan wisatawan baik lokal maupun
asing ke Bali.
“Kita memiliki ribuan lahan yang tidak produktif untuk
dikemas menjadi sebuah destinasi wisata yang tentunya tidak
berlawanan dengan konsep Tri Hita Karana (THK) yang menjadi
pedoman masyarakat Bali. Hal ini perlu dipikirkan, karena
selain menguntungkan bagi masyarakat lokal, kita bisa tetap
menjaga ekosistem yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, selain memiliki keunggulan fasilitas lapangan
golf, dalam hal pelayanan (hospitality) Indonesia jauh lebih
baik dibanding negara-negara yang kini berhasil mengembangkan
wisata golf seperti Thailand maupun Cina.
“Mestinya investor melirik lahan-lahan yang kurang produktif
untuk berinvestasi di Bali,” imbuhnya. *pwt
|