Singaraja
(BisnisBali) –Kader PKK di Kabupaten Buleleng
ternyata memiliki kemauan cukup besar untuk menambah wawasan
dalam bidang tata rias kecantikan.
Hal ini dibuktikan dengan tingginya partisipasi kader PKK
dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten di Buleleng untuk
mengikuti work shop sehari tata rias kecantikan yang digelar
Yayasan Agung Denpasar bekerja sama dengan Harian BisnisBali,
Jumat (29/2) kemarin, di gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja.
Bupati Buleleng Putu Bagiada diwakili Wakil Bupati Made Arga
Pyntih membuka acara tersebut. Acara ini dihadiri Ketua Tim
Penggerak PKK Propinsi Bali Ibu Mas Beratha, Ketua Tim Penggerak
Kabupaten Buleleng Ibu Sayang Bagiada diwakili Ibu Rasmini
Arga bersama pengurus, serta undangan lain.
Ketua panitia Nengah Serianti dalam laporannya mengatakan,
kursus tata rias kecantikan di Buleleng cukup mendapat sambutan
dari peserta yang mencapai 350 orang. Seperti kegiatan di
daerah lain, kursus kecantikan bertujuan memberikan tambahan
wawasan kepada ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di Buleleng
dalam bidang tata rias kecantikan.
Di samping itu, dengan tambahan pengetahuan seperti ini ibu-ibu
rumah tangga dan remaja putri bisa mempercantik diri tanpa
harus selalu tergantung dengan salon kecantikan. Ke depan
peserta diharapkan bisa memiliki usaha salon kecantikan di
daerahnya masing-masing.
Menurutnya, peserta kursus di Buleleng mendapatkan materi
dan praktik yang disajikan oleh instruktur AA Ketut Agung
dari Aalon Agung Denpasar. Materi tersebut meliputi perawatan
dan make-up sendiri, memasang sanggul Bali, payas agung asli
Buleleng, serta payas modifikasi.
“Setelah kegiatan di Buleleng, kami akan gelar kegiatan
serupa di Jembrana, kemudian seluruh hasil kegiatan di Bali
akan diterbitkan dalam bentuk buku,” katanya.
Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih menyatakan salut dan
bangga atas partisipasi para kader PKK di Buleleng yang dengan
penuh semangat mengikuti kursus kecantikan.
Wakil Bupati yakin jika peserta kursus kecantikan mampu mencerna
materi kursus kemudian memanfaatkan untuk membuka usaha salon.
Dengan demikian, akan bisa membuka lapangan kerja baru.
Untuk itu, kursus kecantikan ini diharapkan bisa digelar secara
terjadwal sehingga dengan perlahan kaum perempuan yang menjadi
aset daerah bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan
di Buleleng.
“Kami sarankan kerja sama PKK, Yayasan Agung Denpasar,
dan BisnisBali selaku penggagas kegiatan terus dijalankan
sehingga kegiatan positif ini tidak terputus, apalagi melihat
partisipasi peserta dan saya yakin akan bisa memberikan manfaat
positif,” katanya.
Ketua Tim Pengerak PKK Propinsi Bali Ibu Mas Beratha juga
mengungkapkan hal yang sama. Peserta diharapkan bisa memanfaatkan
wawasan dalam bidang tata rias kecantikan untuk bisa merias
diri dengan dandanan yang sederhana dalam artian tidak terlalu
mencolok. Di samping itu, ke depan harapan Ibu Mas Beratha
peserta bisa membuka usaha salon kecantikan di daerah masing-masing.
Hasilnya akan mampu menambah pendapatan keluarga dan paling
tidak dengan usaha yang dirintis secara mandiri itu bisa membantu
warga sekitar di daerah masing-masing.
“Jadi dengan bekal pengetahuan seperti ini akan lebih
banyak dibuka salon-salon desa sehingga warga masyarakat tidak
harus pergi ke kota untuk mencari jasa salon,” katanya
Seorang peserta Ibu Karnadi Parwata Panji mengaku kursus kecantikan
seperti ini sangat besar manfaatnya. Selama ini kaum perempuan
di Buleleng masih tergantung dengan salon untuk merias.
Untuk itu, dengan adanya kursus dari Yayasan Agung Denpasar
kemudian didukung oleh media massa tentunya dijadikan kesempatan
emas untuk menambah wawasan untuk mengetahui teknik tata rias
kecantikan baik untuk kepentingan sendiri dan juga dimanfaatkan
untuk membuka usaha salon.
“Saya merasa bersyukur karena bisa mengikuti kursus
ini, paling tidak dapat memberikan pengetahun untuk merias
wajah baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk kentingan
lain,” katanya. *mud