Kuta (BisnisBali) –Menyajikan produk
mode spesial dan beda tanpa meninggalkan tren yang sedang
disukai, merupakan salah satu strategi pemasaran. Dengan
menonjolkan karakteristik mode, akan menciptakan citra tersendiri
sebagai ciri khas dari karya seseorang.
“Dalam membangun usaha mode, tidak perlu latah atau
ikut-ikutan dan bersaing dengan produk pakaian yang sudah
banyak dipasarkan,” ujar Juniari, salah seorang pengelola
butik di Kuta, Jumat (29/2) kemarin.
Ia mengatakan, cari dan tawarkan sesuatu yang berbeda agar
konsumen bisa membuat pilihan di antara sekian banyak model
pakaian. Konsumen pun tidak akan merasa bosan.
Meski kondisi industri mode lokal saat ini belum bisa dikatakan
kondusif seutuhnya, namun hal ini tidak membuat bisnis ini
berhenti pada satu titik. Tidak bisa dipungkiri jika produk
impor menjadi bagian dari usaha ini yang akan makin mempersempit
ruang gerak pemasaran produk mode.
Karena itu, desain pakaian yang ditawarkan harus makin
banyak memberikan pilihan dan gambaran tentang produk yang
diinginkan konsumen.
Mengenai pemasaran, Juniari mengatakan, konsumen kini makin
selektif memilih produk yang diinginkan. Sementara desain
lokal sendiri relatif masih terbatas dan terkadang sulit
diterima karena dianggap terlalu mahal. Padahal, dilihat
dari segi kualitas dan kreasi yang ditawarkan sudah sangat
sesuai dibandingkan produk impor yang terkadang hanya mengandalkan
merek.
Hal senada juga dikatakan, pengelola butik lainnya Widia.
Dia mengatakan, karakteristik konsumen di setiap tempat,
tentu berbeda dan bagaimana pun pengelola butik harus menyesuaikan
diri dengan permintaan konsumen. Sebagai contoh, permintaan
konsumen di daerah pariwisata Kuta dengan di Denpasar tentu
berbeda baik dari segi model, gaya maupun harga.
Ia mengungkapkan, sebagian konsumen lokal cenderung lebih
memilih merek daripada kualitas produk. Padahal, produk-produk
lokal banyak berkualitas jauh lebih tinggi dari produk impor.
Inilah yang perlu diubah secara perlahan agar konsumen lokal
mencintai produk daerahnya sendiri. Mengenai tren mode 2008,
dia menjelaskan pilihan warna-warna alami dan warna terang
masih mendominasi. Sementara dari segi desain, lebih banyak
menampilkan gaya busana yang ringan dan nyaman digunakan
dalam berbagai kesempatan. *rya
|