01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Bangun Usaha Mode jangan Latah

Kuta (BisnisBali) –Menyajikan produk mode spesial dan beda tanpa meninggalkan tren yang sedang disukai, merupakan salah satu strategi pemasaran. Dengan menonjolkan karakteristik mode, akan menciptakan citra tersendiri sebagai ciri khas dari karya seseorang.

“Dalam membangun usaha mode, tidak perlu latah atau ikut-ikutan dan bersaing dengan produk pakaian yang sudah banyak dipasarkan,” ujar Juniari, salah seorang pengelola butik di Kuta, Jumat (29/2) kemarin.

Ia mengatakan, cari dan tawarkan sesuatu yang berbeda agar konsumen bisa membuat pilihan di antara sekian banyak model pakaian. Konsumen pun tidak akan merasa bosan.

Meski kondisi industri mode lokal saat ini belum bisa dikatakan kondusif seutuhnya, namun hal ini tidak membuat bisnis ini berhenti pada satu titik. Tidak bisa dipungkiri jika produk impor menjadi bagian dari usaha ini yang akan makin mempersempit ruang gerak pemasaran produk mode.

Karena itu, desain pakaian yang ditawarkan harus makin banyak memberikan pilihan dan gambaran tentang produk yang diinginkan konsumen.

Mengenai pemasaran, Juniari mengatakan, konsumen kini makin selektif memilih produk yang diinginkan. Sementara desain lokal sendiri relatif masih terbatas dan terkadang sulit diterima karena dianggap terlalu mahal. Padahal, dilihat dari segi kualitas dan kreasi yang ditawarkan sudah sangat sesuai dibandingkan produk impor yang terkadang hanya mengandalkan merek.

Hal senada juga dikatakan, pengelola butik lainnya Widia. Dia mengatakan, karakteristik konsumen di setiap tempat, tentu berbeda dan bagaimana pun pengelola butik harus menyesuaikan diri dengan permintaan konsumen. Sebagai contoh, permintaan konsumen di daerah pariwisata Kuta dengan di Denpasar tentu berbeda baik dari segi model, gaya maupun harga.

Ia mengungkapkan, sebagian konsumen lokal cenderung lebih memilih merek daripada kualitas produk. Padahal, produk-produk lokal banyak berkualitas jauh lebih tinggi dari produk impor.

Inilah yang perlu diubah secara perlahan agar konsumen lokal mencintai produk daerahnya sendiri. Mengenai tren mode 2008, dia menjelaskan pilihan warna-warna alami dan warna terang masih mendominasi. Sementara dari segi desain, lebih banyak menampilkan gaya busana yang ringan dan nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan. *rya

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost