Kuta (BisnisBali) –Selama ini anak muda kebanyakan
menyukai perhiasan yang terbuat dari perak. Namun, karena
harga bahan bakunya naik, aksesori yang terbuat dari tembaga
menjadi alternatif pilihan konsumen.
Salah seorang penjaga toko perhiasan dan aksesori, Komang
Aje, Jumat (29/2) kemarin mengungkapkan, selama ini segmen
pasar kebanyakan anak muda, sehingga cincin tersebut dibuat
dengan unik dan menarik dalam berbagai motif, seperti berbentuk
binatang, tengkorak dan motif-motif yang disukai anak muda
saat ini.
Lebih jauh dijelaskan, cincin tersebut kebanyakan dicetak,
sehingga pihaknya mampu memproduksi produk perhiasan itu cukup
banyak. Meski demikian, ada juga produk perhiasan yang dibuat
dengan tangan, sehingga proses produksinya cukup lama.
“Produk perhiasan dari tembaga seperti cincin yang dibuat
dengan menggunakan tangan membutuhkan waktu kurang lebih seminggu
sampai dua minggu, sehingga jumlah produksinya sangat terbatas,”
ungkapnya.
Ia mengatakan, harga yang ditawarkan untuk cincin yang terbuat
dari tembaga tidak begitu mahal. Mulai dari harga Rp 25.000
sampai dengan Rp 50.000 per buah, itu tergantung motif yang
dicetak atau buatan tangan.
Di tempat yang sama, Denny Pradana, salah seorang konsumen
menggatakan, motif-motif yang ditawarkan sangat beragam. Memiliki
bentuk atau motif yang unik, serta jika dipakai tampak sangat
menarik.
Ia menambahkan, harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal,
meski harga bahan bakunya berbeda dengan bahan baku perhiasan
lain, seperti emas dan perak. Namun, anak muda saat ini memilih
perhiasan yang pas dengan kantong mereka. *dwi
|