01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Nilai ekspor nonmigas Bali Januari 2008 mencapai 41,6 juta dolar AS, atau mengalami kenaikan 17,4 persen jika dibandingkan perolehan devisa awal 2006 yang hanya 35,4 juta dolar.

"Perolehan devisa tersebut cukup menggembirakan karena biasanya perdagangan suvenir ke luar negeri awal tahun agak sepi," kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Jumat (29/2) kemarin.

Keberhasilan perdagangan luar negeri dari Bali di antaranya berkat kerja keras para perajin yang mampu memproduksi mata dagangan dengan rancang bangun (desain) yang memiliki nilai kekinian dengan harga terjangkau konsumen.

Eksportir, kata Kusumawathi, juga tidak kalah gesitnya dalam memperluas pangsa pasar, melalui berbagai kegiatan seperti pameran maupun kegiatan bisnis bertaraf internasional sehingga mampu memasuki 79 negara tujuan.

Pemprop Bali dalam memacu perolehan devisa yang lebih besar, melalui panitia kerja tetap pengembangan ekspor nonmigas menetapkan sedikitnya sepuluh produk unggulan yang menjadi andalan ekspor tahun 2008.

Produk unggulan tersebut adalah tekstil dan produk tekstil (TPT), ikan dalam kemasan kaleng, kerajinan kayu dan perhiasan perak, kopi, vanili, ikan tuna segar maupun yang dibekukan, rumput laut dan anyaman bambu.

Kusumawathi mengungkapkan, negara tujuan pemasaran aneka hasil kerajinan berupa pakaian jadi (garmen) dan komoditi nonmigas lainnya bertambah banyak, sejalan dengan gencarnya pengusaha dalam memperluas pasar.

Konsumen asal Amerika Serikat masih menjadi pembeli terbesar komoditi nonmigas Bali mencapai seharga 7,9 juta dolar AS selama Januari 2008 atau 19 persen dari seluruh nilai ekspor, kemudian disusul asal Jepang.

Konsumen Jepang membeli aneka barang suvenir buatan masyarakat Bali seharga 7,5 juta dolar AS selama Januari 2008 atau 18 persen dari perolehan devisa seluruhnya 41,6 juta dolar AS dan Prancis di urutan ketiga dengan 3,7 juta dolar AS.

Kusumawathi menambahkan, pengusaha dan eksportir daerahnya makin gencar memperluas pangsa pasar ke Timur Tengah, Afrika Selatan, di samping tetap membina pasar potensial seperti AS, Eropa dan Asia Pasifik lainnya. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost