Denpasar (BisnisBali) –Nilai ekspor nonmigas
Bali Januari 2008 mencapai 41,6 juta dolar AS, atau mengalami
kenaikan 17,4 persen jika dibandingkan perolehan devisa awal
2006 yang hanya 35,4 juta dolar.
"Perolehan devisa tersebut cukup menggembirakan karena
biasanya perdagangan suvenir ke luar negeri awal tahun agak
sepi," kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri, Disperindag
Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Jumat (29/2) kemarin.
Keberhasilan perdagangan luar negeri dari Bali di antaranya
berkat kerja keras para perajin yang mampu memproduksi mata
dagangan dengan rancang bangun (desain) yang memiliki nilai
kekinian dengan harga terjangkau konsumen.
Eksportir, kata Kusumawathi, juga tidak kalah gesitnya dalam
memperluas pangsa pasar, melalui berbagai kegiatan seperti
pameran maupun kegiatan bisnis bertaraf internasional sehingga
mampu memasuki 79 negara tujuan.
Pemprop Bali dalam memacu perolehan devisa yang lebih besar,
melalui panitia kerja tetap pengembangan ekspor nonmigas menetapkan
sedikitnya sepuluh produk unggulan yang menjadi andalan ekspor
tahun 2008.
Produk unggulan tersebut adalah tekstil dan produk tekstil
(TPT), ikan dalam kemasan kaleng, kerajinan kayu dan perhiasan
perak, kopi, vanili, ikan tuna segar maupun yang dibekukan,
rumput laut dan anyaman bambu.
Kusumawathi mengungkapkan, negara tujuan pemasaran aneka hasil
kerajinan berupa pakaian jadi (garmen) dan komoditi nonmigas
lainnya bertambah banyak, sejalan dengan gencarnya pengusaha
dalam memperluas pasar.
Konsumen asal Amerika Serikat masih menjadi pembeli terbesar
komoditi nonmigas Bali mencapai seharga 7,9 juta dolar AS
selama Januari 2008 atau 19 persen dari seluruh nilai ekspor,
kemudian disusul asal Jepang.
Konsumen Jepang membeli aneka barang suvenir buatan masyarakat
Bali seharga 7,5 juta dolar AS selama Januari 2008 atau 18
persen dari perolehan devisa seluruhnya 41,6 juta dolar AS
dan Prancis di urutan ketiga dengan 3,7 juta dolar AS.
Kusumawathi menambahkan, pengusaha dan eksportir daerahnya
makin gencar memperluas pangsa pasar ke Timur Tengah, Afrika
Selatan, di samping tetap membina pasar potensial seperti
AS, Eropa dan Asia Pasifik lainnya. *ant