Jakarta (BisnisBali) –Kementerian Negara Koperasi
dan UKM menyatakan akan terus mengembangkan lembaga keuangan
mikro (LKM) meski anggaran dipangkas sebanyak 15 persen.
"Terkait pemotongan anggaran 15 persen kita memang melakukan
penghematan tetapi program pokok terutama pengembangan lembaga
keuangan mikro (LKM) sama sekali tidak terganggu," kata
Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, di Jakarta,
Jumat kemarin.
Menteri mengatakan, pihaknya akan lebih menekan anggaran dalam
pos-pos tertentu misalnya dalam hal biaya perjalanan dan sejumlah
program-program lain.
Selain itu, ada beberapa bantuan yang dikurangi misalnya beberapa
bantuan untuk pembangunan pasar dan pusat-pusat promosi UKM
di sejumlah daerah.
Menurut dia, pemotongan anggaran 15 persen tidak akan secara
signifikan mempengaruhi target-target program 2008. "Kami
fokus pada pengembangan LKM di samping memang tidak bisa ditingkatkan
dengan kata lain tetap stabil," katanya.
Pada 2007 untuk program resi gudang misalnya karena keterbatasan
anggaran maka disalurkan pada dua kabupaten saja padahal semula
ditargetkan dan disosialisakan pada enam kabupaten.
"Jadi pada 2008 ini tentunya tidak bisa lebih dari dua
meski idealnya lebih dari dua. Tapi karena ada pemangkasan
kita pada target stabil saja tidak ada peningkatan,"
katanya.
Meski bagaimana pun, katanya, pemangkasan anggaran 15 persen
oleh pemerintah pasti berpengaruh terhadap Kementerian Negara
Koperasi dan UKM.
Namun Menteri menyadari pemangkasan dilakukan dalam rangka
untuk menjaga kesehatan APBN. "Kami memahami itu semata-mata
untuk menjaga kesehatan APBN untuk mengatasi keadaan-keadaan
yang tidak dikehendaki jadi APBNB kita memang harus aman,"
katanya.
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenkop pada 2008
sebesar Rp1,125 triliun dan sebanyak 15 persen atau Rp 168
milyar tidak boleh dicairkan sesuai dengan kebijakan Departemen
Keuangan sehingga DIPA Kemenkop tahun ini sekitar Rp 958 milyar.
Pada 2007, Kemenkop mendapat alokasi DIPA sebesar sebesar
Rp 1,4 trilyun. Pihaknya memang tidak termasuk dalam kementerian
yang mendapat alokasi signifikan dalam APBN 2008.
Sebanyak lima departemen/lembaga mendapatkan alokasi anggaran
yang signifikan dalam APBN 2008 yaitu Departemen Pendidikan
Nasional, Departemen Pertahanan, Departemen Pekerjaan Umum,
Polri, dan Departemen Kesehatan. *ant
|