Denpasar (BisnisBali) -Anjing Kintamani memiliki
kemampuan yang tidak beda jauh dengan anjing ras lainnya.
Karakteristik anjing Kintamani yang lebih waspada dan cepat
mengerti instruksi pemiliknya, menjadi salah satu kelebihan
anjing ras pertama di Indonesia ini.
Bahkan, jika mendapatkan standar pelatihan yang sama, anjing
Kintamani juga memiliki kemampuan untuk menjadi anjing pelacak
seperti anjing ras lain. Demikian dikemukakan Ketua Perkumpulan
Kinologi Indonesia (Perkin) Wilayah Bali, Drs. Ec. I Gede
Winten Sumerta, Jumat (29/2) kemarin.
Dikatakan, anjing Kintamani memiliki potensi yang sangat besar
menjadi anjing pelacak seperti anjing pelacak jenis herder
dan golden retriever. Anjing ras Kintamani termasuk bisa dimanfaatkan
untuk melacak narkoba dan bom.
Dijelaskan, materi pelatihan anjing pelacak ini hanya dimiliki
oleh kepolisian. Materi pelatihan anjing pelacak ini tidak
boleh disebarluaskan kepada masyarakat umum. Anjing Kintamani
ini bisa dijadikan anjing pelacak jika ada pelatihan dari
aparat kepolisian.
Diakuinya, sampai saat ini aparat kepolisian khsususnya di
Bali belum ada yang memberikan pelatihan materi anjing pelacak
kepada anjing Kintamani. Ia berharap aparat kepolisian di
Bali baik di tingkat Polda maupun kapolsek bisa memanfaatkan
anjing lokal Bali ini untuk anjing pelacak.
Anjing Kintamani memiliki ketangkasan yang tidak beda juah
dengan anjing ras seperti herder. Anjing Kintamani juga memiliki
kemampuan cepat mengerti (kepatuhan) instruksi pemiliknya
seperti jenis anjing golder retriever.
Anjing Kintamani juga bisa dijinakan tergantung cara pemiliharaan
pemiliknya. Seminggu sekali anjing Kintamani ini mesti diajak
jalan-jalan sehingga mudah dijinakkan.
Kelebihan utama anjing Kintamani ini selalu waspada (agresif).
Hal itulah mendorong anjing ini umum dijadikan anjing penjaga
oleh pemiliknya. Anjing ras Indonesia ini memiliki kekuatan
dan keberanian yang tinggi. Keberanian dan tingginya tingkat
kewaspadaan anjing Kintamani ini mampu mengalahkan anjing
ras jenis golder retriever.
Lebih lanjut dikatakan, anjing Kintamani yang akan dijadikan
anjing pelacak tentunya yang pejantan. Anjing Kintamani betina
memiliki sedikit kelemahan karena mesti melalui masa Iop (menstruasi)
dan masa hamil.
Ini tentunya menjadi kendala bagi jenis anjing Kintamani betina
untuk anjing pelacak. Sama halnya anjing pelacak jenis ras
lainnya sebagian besar menggunakan anjing jenis pejantan.
Anjing penjantan Kintamani miliki tinggi berkisar 45-55 cm.
Postur tubuh anjing Kintamani tidak kalah dengan anjing ras
dunia lain. Anjing Kintamani ini mesti mendapatkan pemiliharaan
yang baik mulai dari mengajak jalan-jalan termasuk dimandikan
setiap seminggu sekali.
Winten Sumerta menambahkan dari segi kesehatan anjing ini
juga perlu vaksinasi mulai umur 2-6 bulan. Vaksinasi ini meliputi
distemper, hapatcau, parvo, dan leptosper. Vaksin ini untuk
melindungi anjing Kintamani berbagai penyakit. Vaksin pada
anjing Kintamani mesti dilanjutkan setiap 6 bulan sekali.
Wakil Ketua Komisi Anjing Kintamani Bali, Drh. Wayan Sutapa,
M.Si., mengatakan, hal yang sama anjing kintamani memiliki
intelegensi yang cukup tinggi. Kelebihan ini yang membuat
anjing Kintamani ini bisa disetarakan dengan anjing ras yang
lain seperti herder, golder retriever termasuk anjing ras
dunia lainnya. *kup
|