Denpasar (BisnisBali) –Pekerjaan ngebet bongkol
(bongkar bonggol) pohon besar, jasanya cukup tinggi. Pekerjaan
ini umumnya dilakukan untuk memindahkan pohon tanaman hias
maupun tanaman buah. Upah harian mencapai Rp 50.000 per orang.
Bahkan upah plus makanan, minuman dan rokok, kalau dihitung
bisa mencapai Rp 80.000 sampai Rp 90.000. Bahkan kalau pekerjaan
membutuhkan tenaga besar, jasa harian tukang bet bongkol bisa
mencapai Rp 100.000.
I Wayan Tinggen, salah seorang pebisnis tanaman hias yang
memiliki stan di seputar Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Jumat
(29/2) kemarin mengatakan, jasa tukang bet bonggol yang lumrah
disebut tukang ngoker (sebutan penghobis) memang masih tergolong
tinggi.
Tingginya jasa tersebut disebabkan faktor minimnya yang menekuni
menjadi tukang taman. Di Denpasar, hanya ada beberapa kelompok
tukang ngoker tanaman besar. Kebanyakan dari mereka berasal
dari Jawa (Malang dan Jember).
‘’Dari sekian lama kami berbisnis tanaman hias,
baru dua kelompok yang kenal secara khusus melayani ngoker
pohon besar. Itu pun, jumlah dalam satu kelompok sebanyak
6 sampai 7 orang.
Aktivitas membongkar pohon seperti pohon kelapa, jepun besar,
berbagai jenis palm dan tanaman hias besar lainnya minimal
melibatkan tenaga kerja 6 orang.
Kalau proyeknya banyak, tenaga yang diperlukan bisa mencapai
15 orang,’’ katanya sambil menerangkan, untuk
mengangkut pohon kelapa dengan ketinggian sampai di atas 5
meter diperlukan untuk mengangkatnya lebih dari 10 orang.
Salah seorang ketua kelompok tukang ngoker, Muslimin mengakui
untuk jenis pekerjaannya membutuhkan tenaga besar. Berbeda
dengan tenaga pertukangan bangunan, paling hanya harus tahan
panas.
‘’Misalnya kami ngoker tanaman kelapa dengan ketinggian
4 meter saja membutuhkan tenaga sampai 5 orang. Dari sekian
banyak tenaga yang diperlukan, per harinya hanya mampu ngoker
sebanyak 6 pohon, sampai menanam pada areal yang ditentukan
pemiliknya,’’ jelasnya.
Muslimin menegaskan, untuk ongkos jasa tukang ngoker memang
lebih mahal dibandingkan tukang lainnya. Di samping membutuhkan
tenaga lebih besar, jasa ngoker juga memiliki tanggung jawab
besar terhadap risiko rusaknya tanaman.
‘’Terus terang saja, kalau tanaman yang kami kerjakan
rusak terkadang ongkos dipotong pemilik tanaman. Teledor sedikit
saja, bisa batangnya patah.
Atau cara ngoker tidak bagus, sehingga media bonggol pecah,
tanaman yang dipindahkan bisa mati. Kalau sistem kerja tidak
bagus, risikonya tidak ada yang memberi kerja,’’
paparnya. *sta