01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
’’Ngebet Bongkol” Pohon Besar, Diupah Besar
Denpasar (BisnisBali) –Pekerjaan ngebet bongkol (bongkar bonggol) pohon besar, jasanya cukup tinggi. Pekerjaan ini umumnya dilakukan untuk memindahkan pohon tanaman hias maupun tanaman buah. Upah harian mencapai Rp 50.000 per orang.

Bahkan upah plus makanan, minuman dan rokok, kalau dihitung bisa mencapai Rp 80.000 sampai Rp 90.000. Bahkan kalau pekerjaan membutuhkan tenaga besar, jasa harian tukang bet bongkol bisa mencapai Rp 100.000.

I Wayan Tinggen, salah seorang pebisnis tanaman hias yang memiliki stan di seputar Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Jumat (29/2) kemarin mengatakan, jasa tukang bet bonggol yang lumrah disebut tukang ngoker (sebutan penghobis) memang masih tergolong tinggi.

Tingginya jasa tersebut disebabkan faktor minimnya yang menekuni menjadi tukang taman. Di Denpasar, hanya ada beberapa kelompok tukang ngoker tanaman besar. Kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa (Malang dan Jember).

‘’Dari sekian lama kami berbisnis tanaman hias, baru dua kelompok yang kenal secara khusus melayani ngoker pohon besar. Itu pun, jumlah dalam satu kelompok sebanyak 6 sampai 7 orang.

Aktivitas membongkar pohon seperti pohon kelapa, jepun besar, berbagai jenis palm dan tanaman hias besar lainnya minimal melibatkan tenaga kerja 6 orang.

Kalau proyeknya banyak, tenaga yang diperlukan bisa mencapai 15 orang,’’ katanya sambil menerangkan, untuk mengangkut pohon kelapa dengan ketinggian sampai di atas 5 meter diperlukan untuk mengangkatnya lebih dari 10 orang.

Salah seorang ketua kelompok tukang ngoker, Muslimin mengakui untuk jenis pekerjaannya membutuhkan tenaga besar. Berbeda dengan tenaga pertukangan bangunan, paling hanya harus tahan panas.

‘’Misalnya kami ngoker tanaman kelapa dengan ketinggian 4 meter saja membutuhkan tenaga sampai 5 orang. Dari sekian banyak tenaga yang diperlukan, per harinya hanya mampu ngoker sebanyak 6 pohon, sampai menanam pada areal yang ditentukan pemiliknya,’’ jelasnya.

Muslimin menegaskan, untuk ongkos jasa tukang ngoker memang lebih mahal dibandingkan tukang lainnya. Di samping membutuhkan tenaga lebih besar, jasa ngoker juga memiliki tanggung jawab besar terhadap risiko rusaknya tanaman.

‘’Terus terang saja, kalau tanaman yang kami kerjakan rusak terkadang ongkos dipotong pemilik tanaman. Teledor sedikit saja, bisa batangnya patah.

Atau cara ngoker tidak bagus, sehingga media bonggol pecah, tanaman yang dipindahkan bisa mati. Kalau sistem kerja tidak bagus, risikonya tidak ada yang memberi kerja,’’ paparnya. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost