Tabanan (BisnisBali) –Animo masyarakat untuk
membudidayakan jamur cukup tinggi. Ironisnya, di balik itu,
petani jamur sejak beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan
log (bibit jamur dalam plastik). Kalau pun dapat, harganya
mulai merangkak naik.
I Wayan Atmajaya salah seorang petani jamur di Desa Selanbawak,
Marga mengaku, permintaan akan jamur lumayan banyak. Bahkan
dirinya sampai tidak bisa memenuhi permintaan yang ada. “Yang
saya sayangkan, di balik banyaknya permintaan akan jamur,
kami kesulitan mendapatkan log,” ujarnya baru-baru ini.
Dirinya khawatir akan berhenti berproduksi bila kondisi ini
lama berlangsung. Agar bisa melayani pelanggannya, Atmajaya
mencari log ke berbagai tempat. Kalau pun ditemukan ada yang
membuat log, harganya sangat mencekik.
Kalau sebelumnya harga log rata-rata Rp 2.000 per bungkus,
kini naik menjadi Rp 2.500 per bungkus. “Kenaikan yang
terjadi memang kelihatanya kecil, namun besar dampaknya bagi
petani dan pembeli,” imbuhnya.
Selama ini dirinya mengaku membeli log di sebuah instansi
pemerintah di Desa Luwus. Entah kenapa instansi bersangkutan
produksinya belakangan tidak bisa lagi mencukupi permintaan
petani jamur.
Petani jamur lainnya di Tabanan Putu Suarta juga mengeluhkan
makin sulitnya mendapatkan log. “Kami di sini juga mulai
kesulitan mendapatkan log.
Padahal masyarakat sudah akrab betul dengan aneka masakan
berbahan baku dari jamur. Kami berharap, agar pihak terkait
ikut mencari jalan keluar agar petani bisa keluar dari permasalahan
yang dihadapi,” ujarnya.
Kalau kelangkaan akan log berlangsung cukup lama, dikhawatirkan
banyak petani jamur yang bangkrut. Itu artinya akan memperpanjang
barisan penggangguran di daerah ini.
Disinggung harga jamur, Atmajaya mengaku saat ini harga jamur
cukup bagus yakni Rp 20.000 per kilogramnya. *can
|