01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Petani Jamur Kesulitan Dapatkan Log
Tabanan (BisnisBali) –Animo masyarakat untuk membudidayakan jamur cukup tinggi. Ironisnya, di balik itu, petani jamur sejak beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan log (bibit jamur dalam plastik). Kalau pun dapat, harganya mulai merangkak naik.

I Wayan Atmajaya salah seorang petani jamur di Desa Selanbawak, Marga mengaku, permintaan akan jamur lumayan banyak. Bahkan dirinya sampai tidak bisa memenuhi permintaan yang ada. “Yang saya sayangkan, di balik banyaknya permintaan akan jamur, kami kesulitan mendapatkan log,” ujarnya baru-baru ini.

Dirinya khawatir akan berhenti berproduksi bila kondisi ini lama berlangsung. Agar bisa melayani pelanggannya, Atmajaya mencari log ke berbagai tempat. Kalau pun ditemukan ada yang membuat log, harganya sangat mencekik.

Kalau sebelumnya harga log rata-rata Rp 2.000 per bungkus, kini naik menjadi Rp 2.500 per bungkus. “Kenaikan yang terjadi memang kelihatanya kecil, namun besar dampaknya bagi petani dan pembeli,” imbuhnya.

Selama ini dirinya mengaku membeli log di sebuah instansi pemerintah di Desa Luwus. Entah kenapa instansi bersangkutan produksinya belakangan tidak bisa lagi mencukupi permintaan petani jamur.

Petani jamur lainnya di Tabanan Putu Suarta juga mengeluhkan makin sulitnya mendapatkan log. “Kami di sini juga mulai kesulitan mendapatkan log.

Padahal masyarakat sudah akrab betul dengan aneka masakan berbahan baku dari jamur. Kami berharap, agar pihak terkait ikut mencari jalan keluar agar petani bisa keluar dari permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.

Kalau kelangkaan akan log berlangsung cukup lama, dikhawatirkan banyak petani jamur yang bangkrut. Itu artinya akan memperpanjang barisan penggangguran di daerah ini.

Disinggung harga jamur, Atmajaya mengaku saat ini harga jamur cukup bagus yakni Rp 20.000 per kilogramnya. *can
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost