Denpasar (BisnisBali) – Transaksi ayam upakara
mulai mengalami peningkatan saat ini. Hal tersebut terjadi
mengingat acara melasti yang merupakan serangkaian dari upacara
Nyepi mulai dilaksanakan di sejumlah tempat pada awal minggu
nanti.
“Sejak hari ini lonjakkan transaksi masyarakat akan
ayam upakara sudah mulai nampak dan mungkin akan terjadi hingga
akhir minggu ini,” tutur Sukerta, pedagang ayam di Pasar
Badung, Jumat (29/2) kemarin.
Terang Sukerta, permintaan masyarakat akan ayam upakara ini
menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibanding hari
biasa. Contohnya saja, untuk penjualan setengah hari ini saja
sudah berhasil mentraksaksikan sekitar 20 ekor untuk jenis
ayam upakara.
Lanjutnya, kebutuhan tersebut hampir semuanya diperuntukkan
untuk menyambut acara melasti yang menggunakan jenis ayam
tertentu untuk keperluan mecaru atau upakara lainnya yang
dilakukan di sejumlah desa, banjar dan lingkungan rumah tangga.
Alasan ini pula yang menyebabkan kenapa ayam upakara memiliki
peluang usaha.
Stok ayam upakara juga minim, karena hanya diproduksi oleh
peternak lokal saja. Hal itu lantas membuat harga jenis ayam
upakara ini melonjak dari harga jual sebelumnya.
Sebut saja, ayam brumbun (lebih dari dua warna) harganya bisa
menembus angka Rp 30.000 per ekor untuk ukuran sedang, kondisi
itu telah naik 10 persen dari harga normal. Hal sama juga
terjadi pada jenis ayam upakara lainnya yang harganya naik
cukup signifikan saat ini.
“Transaksi masyarakat terhadap ayam upakara yang tinggi
jelang Nyepi, kondisi tersebut mengakibatkan harga jual ayam
di pasaran mengalami peningkatan saat ini,” ujarnya.
Imbuhnya, meski mengalami kenaikan, namun menurutnya kali
ini masih cukup rendah jika dibandingkan pada momen Galungan
dan Kuningan lalu. Keluhnya, momen Galungan dan Kuningan lalu
jenis yang sama kenaikan harga bisa mencapai Rp 5.000 per
ekor.
Hal senada juga diungkapkan, Warningsih, pedagang sejenis
lainnya. Kata dia, permintaan masyarakat akan ayam upakara
seperti ayam bulu biying (merah) dan putih, brumbun dan hitam
mengalai peningkatan menjelang Nyepi ini.
Mengantisipasi hal tersebut, ia mengaku telah menyetok sebelumnya
dengan mendatangkan ayam upakara ini dari sejumlah peternak
rumah tangga di sekitar Mengwi dan Abiansemal.
”Hal itu pula yang membuat, untuk jumlah produksi ayam
upakara jadi ini relatif kecil karena kebanyakan hanya diusahakan
dalam skala kecil dan tradisional,” tegasnya. *man
|