01 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Meningkat, Transaksi Ayam Upakara Jelang Nyepi
Denpasar (BisnisBali) – Transaksi ayam upakara mulai mengalami peningkatan saat ini. Hal tersebut terjadi mengingat acara melasti yang merupakan serangkaian dari upacara Nyepi mulai dilaksanakan di sejumlah tempat pada awal minggu nanti.

“Sejak hari ini lonjakkan transaksi masyarakat akan ayam upakara sudah mulai nampak dan mungkin akan terjadi hingga akhir minggu ini,” tutur Sukerta, pedagang ayam di Pasar Badung, Jumat (29/2) kemarin.

Terang Sukerta, permintaan masyarakat akan ayam upakara ini menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Contohnya saja, untuk penjualan setengah hari ini saja sudah berhasil mentraksaksikan sekitar 20 ekor untuk jenis ayam upakara.

Lanjutnya, kebutuhan tersebut hampir semuanya diperuntukkan untuk menyambut acara melasti yang menggunakan jenis ayam tertentu untuk keperluan mecaru atau upakara lainnya yang dilakukan di sejumlah desa, banjar dan lingkungan rumah tangga. Alasan ini pula yang menyebabkan kenapa ayam upakara memiliki peluang usaha.

Stok ayam upakara juga minim, karena hanya diproduksi oleh peternak lokal saja. Hal itu lantas membuat harga jenis ayam upakara ini melonjak dari harga jual sebelumnya.

Sebut saja, ayam brumbun (lebih dari dua warna) harganya bisa menembus angka Rp 30.000 per ekor untuk ukuran sedang, kondisi itu telah naik 10 persen dari harga normal. Hal sama juga terjadi pada jenis ayam upakara lainnya yang harganya naik cukup signifikan saat ini.

“Transaksi masyarakat terhadap ayam upakara yang tinggi jelang Nyepi, kondisi tersebut mengakibatkan harga jual ayam di pasaran mengalami peningkatan saat ini,” ujarnya.

Imbuhnya, meski mengalami kenaikan, namun menurutnya kali ini masih cukup rendah jika dibandingkan pada momen Galungan dan Kuningan lalu. Keluhnya, momen Galungan dan Kuningan lalu jenis yang sama kenaikan harga bisa mencapai Rp 5.000 per ekor.

Hal senada juga diungkapkan, Warningsih, pedagang sejenis lainnya. Kata dia, permintaan masyarakat akan ayam upakara seperti ayam bulu biying (merah) dan putih, brumbun dan hitam mengalai peningkatan menjelang Nyepi ini.

Mengantisipasi hal tersebut, ia mengaku telah menyetok sebelumnya dengan mendatangkan ayam upakara ini dari sejumlah peternak rumah tangga di sekitar Mengwi dan Abiansemal.

”Hal itu pula yang membuat, untuk jumlah produksi ayam upakara jadi ini relatif kecil karena kebanyakan hanya diusahakan dalam skala kecil dan tradisional,” tegasnya. *man
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost