Gianyar (BisnisBali) -Permintaan aneka tekstil dan
produk tekstil (TPT) yang dihasilkan perajin Gianyar, sampai
saat ini masih ramai pesanan. Dominan permintaan datang dari
konsumen mancanegara.
Terutama TPT motif batik Bali serta bordiran disukai konsumen
Amerika Serikat, Australia dan Jepang. Terbukti pengiriman
TPT ke negara itu rata-rata selama ini 7.500 pcs per bulan
dengan berbagai corak.
I Wayan Suartha, perajin TPT di kota Gianyar, Rabu (27/2)
lalu, menuturkan, corak batik Bali dengan warna alami salah
satunya berhasil memikat hati pembeli. Khususnya untuk wisatawan
yang sedang pelesiran di daerah ini. TPT batik Bali untuk
sarung pantai, pembungkus bantal bed cover dan lain-lain permintaannya
paling banyak, dibanding dengan jenis lainnya seperti motif
bordiran. Namun, khusus untuk bordiran pesanan umumnya datang
dari rumah butik di beberapa negara Eropa seperti Prancis
dan Swis.
‘’Selain kerajinan dari kayu berupa patung serta
anyaman lainnya, TPT juga permintaannya cukup besar selama
ini. Produk Bali tak gentas, meski persaingan makin ketat
dari beberapa negara produsen seperti Cina, India dan Malaysia,’’
ucap Suartha sambil menambahkan, pengiriman produk TPT-nya
selama ini 2.500 pcs per bulan dari berbagai jenis.
Dari jumlah pemberangkatan itu, dirasakannya sudah makin baik
dibanding beberapa tahun terakhir. Nilai jual aneka produk
TPT-nya itu mulai Rp 15.000 sampai Rp 45.000 per pcs tergantung
dari model dan bahannya.
Data yang diperoleh di kantor Disperindagkop Gianyar mencatat,
hampir tiap bulan TPT dari daerah seni Gianyar yang dipasarkan
di mancanegara mengalami kenaikan. Terbukti, Januari 2008
pengiriman produk TPT 10. 664 pcs dengan total nilai 21,743.77
dolar AS lebih.
Pengiriman terhadap produk bernilai seni itu selama 2008 diperkirakan
akan terus meningkat tiap bulannya, seiring dengan makin ramainya
jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini. Hal
ini sebagai pertanda pula, TPT Bali tidak kalah bersaing dengan
TPT dari negara produsen lainnya di dunia.
‘’TPT yang dihasilkan oleh perajin di daerah kita
ini masih tetap disukai pasar, kendati mendapat persaingan
yang sangat ketat dari negara produsen lainnya di dunia,’’
kata A.A.Gde Agung Suardhana, Kabag. Perdagangan Disperindagkop
Gianyar baru ini.*mur
|