Denpasar (BisnisBali) –Penyedia jasa konstruksi
di Bali, sering mengeluhkan waktu pelaksanaan proyek yang
tidak ideal dan terlalu mepet. Kondisi ini dikhawatirkan akan
berdampak pada rendahnya kualitas proyek. Lantas mengapa hal
itu bisa terjadi?
Ketua BPC Gapensi Kota Denpasar, Ir. Nyoman Suwarjana, Kamis
(28/2) kemarin mengungkapkan, waktu pelaksanaan proyek yang
tidak ideal ini sering terjadi dan menimpa penyedia jasa konstruksi.
Ini menyebabkan penyedia jasa konstruksi harus bisa bekerja
cepat agar proyek yang digarap itu bisa selesai tepat waktu.
“Kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan proyeknya
tepat waktu, bisa dikenakan sanksi berupa denda,” katanya.
Banyaknya proyek-proyek yang tidak rampung sesuai batas waktu
yang telah ditentukan, bukan semata-mata kesalahan kontraktor.
Bisa saja itu kesalahan pemilik proyek yang memberikan batas
waktu yang tidak ideal.
“Misalnya, untuk membangun gedung bertingkat, ideal
waktunya adalah 8 bulan. Sementara owner atau pemilik proyek
memberikan waktu 2 bulan. Ini tentu saja tidak masuk akal.
Kontraktor tentu harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan
proyek tepat waktu, agar tak kena sanksi,” ujarnya.
Penentuan waktu pelaksanaan proyek ini, menurut Direktur Utama
PT Slipi Raya Utama ini, harus dikaji secara teknis. Misalnya,
dalam membangun sebuah gedung. Setelah batubata dipasang,
harus menunggu proses pengeringan. Kalau sudah kering baru
bisa diplester.
Setelah kadar airnya dites dan memenuhi persyaratan untuk
diplamir, baru bisa diplamir. “Jadi semuanya perlu waktu
agar kualitas bangunannya bagus,” katanya.
Jika waktu yang diberikan pemilik proyek tak ideal dan terlalu
mepet, bisa saja batubata yang belum kering itu langsung diplester
dan diplamir. Kalau sudah demikian, kualitas proyek akan rendah.
“Waktu pelaksanaan proyek yang tak ideal ini, berdampak
signifikan terhadap kualitas proyek,” katanya.
Dalam menentukan waktu pelaksanaan proyek ini, sudah saatnya
pemilik proyek melakukan kajian secara teknis. Dengan demikian,
pengerjaan proyek akan sesuai dengan standar teknis yang telah
ditentukan.
“Kalau sebuah bangunan dikerjakan sesuai dengan standar
teknis yang telah ditentukan, hasilnya akan menjadi lebih
baik. Ini seharusnya menjadi pertimbangan pemilik proyek jika
ingin bangunannya berkualitas,” ujarnya. *yas
|