Sekretaris
Menteri Negara Lingkungan Hidup Arief Yuwono mengatakan perubahan
iklim telah dirasakan di Indonesia tidak saja di dunia. Dampaknya
pun sudah datang terus-menerus dengan waktu yang tidak pasti
dan tersebar di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2006 sampai
2007.
Sebagai salah satu negara yang rentan terhadap pengaruh perubahan
iklim, Indonesia sangat berkepentingan untuk menangulangi
pemanasan global dan perubahan iklim.
Salah satu contoh positif yang dapat menjadi acuan dalam mengurangi
dampak dari perubahan iklim adalah adanya hari raya Nyepi
di Bali.
Nyepi bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi
pemanasan global sehingga diharapkan bisa diterapkan secara
nasional maupun dunia. Di samping itu Nyepi juga berdampak
besar terhadap penghematan energi listrik, sehingga dapat
mencengah terjadinya krisis listrik yang mengancam saat ini.
Ditambahkan, untuk menjadikan Nyepi sebagai hari milik dunia
maka diperlukan sosialisasi yang mampu membawa serta menduniakan
Nyepi tersebut.
Di sela-sela acara rapat kerja rencana aksi nasional dalam
menghadapi perubahan iklim dirinya juga mengharapkan, tidak
hanya dalam Nyepi saja masyarakat berhemat, dalam keseharian
juga bisa diterapkan.
Hal tersebut dapat dilakukan mulai dari hal terkecil dulu
dengan segera memadamkan lampu bila sudah tidak diperlukan,
beralih dari penggunaan lampu pijar ke lampu neon dan bila
memungkinkan atau sedang membangun rumah, disarankan untuk
membuat ruangan terbuka sehingga cahaya matahari dapat masuk
tiap saat. Hal tersebut untuk meminimalkan penggunaan lampu
penerangan. *dwi
|