Denpasar (BisnisBali) –Wali Kota Denpasar,
AA Puspayoga saat memberikan sambutan pada HUT ke-16 Kota
Denpasar, Rabu (27/2) malam lalu menegaskan, isu lingkungan
memerlukan perhatian dari semua komponen masyarakat. Jika
tidak ditangani sejak dini, masalah lingkungan akan menjadi
bom waktu bagi Kota Denpasar.
Dia mengungkapkan, ada tiga masalah utama lingkungan yang
harus segera mendapatkan penanganan serius, yaitu masalah
abrasi di Pantai Sanur, masalah limbah dan sampah.
Abrasi di Pantai Sanur sudah dapat ditangani dengan baik,
berkat kerja sama semua pihak. Penanganan abrasi itu memerlukan
dana sampai ratusan milyar rupiah dan tidak mungkin ditanggung
sendirian, baik oleh APBD Kota Denpasar maupun APBD Propinsi
Bali, bahkan APBN.
Namun, dengan bantuan Jepang penanganan abrasi di Pantai Sanur
sudah berhasil dengan baik. Demikian pula masalah limbah rumah
tangga yang juga memerlukan dana ratusan milyar rupiah, hingga
kini sudah dapat ditangani dengan manajemen limbah secara
modern melalui proyek DSDP.
Dia mengatakan, masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya
mengandalkan pemerintah, harus mendapatkan dukungan dari seluruh
elemen masyarakat. ”Harus ada sinergi antara pemerintah,
swasta dan masyarakat,” katanya.
Momen HUT ke-16 Kota Denpasar ini, juga menjadi berita istimewa
bagi orangtua siswa di Denpasar. Mulai tahun ajaran tahun
2008 ini, Pemkot Denpasar membebaskan uang bangunan atau uang
gedung bagi semua siswa baru yang akan masuk sekolah.
“Dengan pembebasan biaya bangunan ini, saya berharap
pendidikan di Denpasar makin maju. Orangtua siswa tidak perlu
lagi memikirkan uang bangunan, sehingga biaya yang dikeluarkan
bisa dipakai untuk keperluan yang lain,” kata Puspayoga.
Untuk menguatkan instruksi itu, Puspayoga sudah mengeluarkan
SK yang membebaskan siswa di Denpasar dari pungutan uang gedung.
Lebih jauh dia mengatakan, sekolah hanya diperkenankan untuk
memungut uang sumbangan wajib dan sumbangan sukarela yang
besarannya mengacu pada kemampuan terendah masing-masing berdasarkan
persetujuan rapat komite sekolah.
Pada puncak perayaan HUT tersebut, juga dihadiri Sekda Propinsi
Bali Nyoman Yasa, S.H., Direktur Pembinaan Telematika Depkominfo,
Drs. Bambang Supariyanto, Muspida Denpasar serta warga masyarakat
Denpasar yang hadir di Lapangan Puputan Badung.
Gita Warsa Pesona
Usai acara seremonial HUT ke- 16 Kota Denpasar, memasuki
pukul 20.00, ribuan warga Denpasar kembali memadati taman
kota untuk menyaksikan malam hiburan bertajuk “Gita
Warsa Pesona”.
Menariknya, meski penampilan Triple X dan Lolot manggung
di ujung acara, penonton termasuk Ketua Tim Penggerak PKK
Kota Denpasar, Ny. Bintang Puspayoga dengan sabar dan tertib
menyaksikan aksi panggung idolanya, hingga usai menjelang
tengah malam.
Sajian gratis kerja sama Pemkot Denpasar dengan RPKD 91.45
FM mendapat sambutan luar biasa dari warga Denpasar yang
berharap agar acara serupa bisa dilaksanakan kembali, tidak
hanya menunggu perayaan HUT Kota Denpasar.
Live performance yang menampilkan sederetan artis pop Bali
ini menjadi acara pemungkas peringatan HUT ke-16 Kota Denpasar.
Sejak penampilan Tisna, Dian AFI Margi, Manik, di Ubud Band,
4WD dengan lagu-lagu hits-nya sudah mulai dipadati penonton.
Tentu saja aksi panggung sederetan artis pop Bali ini mendapat
sambutan meriah penonton yang memadati lapangan.
Puncak kegembiraan warga Denpasar ditumpahkan ketika artis
idolanya seperti Triple X dan Lolot naik panggung dengan
tembang andalan masing-masing. Selain diisi hiburan dari
penyanyi artis pop Bali, penonton juga disajikan tayangan
film “Denpasar Tempoe Doeloe”. Film yang diputar
setelah Maribeth turun panggung itu, memperlihatkan situasi
kehidupan warga Denpasar tempo dulu.
Penanggung Jawab RPKD 91,45 FM, Drs. Nyoman Aryana, M.Si.,
mengungkapkan, GWP tersebut menjadi ajang menghibur masyarakat
Kota Denpasar di perayaan HUT kotanya.
Persembahan GWP ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Denpasar
kepada masyarakat yang sarat membutuhkan hiburan, sekaligus
menunjukkan komitmen Pemkot terhadap pelestarian seni budaya
Bali. *yas