29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Masalah Lingkungan, Bom Waktu bagi Kota Denpasar
Denpasar (BisnisBali) –Wali Kota Denpasar, AA Puspayoga saat memberikan sambutan pada HUT ke-16 Kota Denpasar, Rabu (27/2) malam lalu menegaskan, isu lingkungan memerlukan perhatian dari semua komponen masyarakat. Jika tidak ditangani sejak dini, masalah lingkungan akan menjadi bom waktu bagi Kota Denpasar.

Dia mengungkapkan, ada tiga masalah utama lingkungan yang harus segera mendapatkan penanganan serius, yaitu masalah abrasi di Pantai Sanur, masalah limbah dan sampah.

Abrasi di Pantai Sanur sudah dapat ditangani dengan baik, berkat kerja sama semua pihak. Penanganan abrasi itu memerlukan dana sampai ratusan milyar rupiah dan tidak mungkin ditanggung sendirian, baik oleh APBD Kota Denpasar maupun APBD Propinsi Bali, bahkan APBN.

Namun, dengan bantuan Jepang penanganan abrasi di Pantai Sanur sudah berhasil dengan baik. Demikian pula masalah limbah rumah tangga yang juga memerlukan dana ratusan milyar rupiah, hingga kini sudah dapat ditangani dengan manajemen limbah secara modern melalui proyek DSDP.

Dia mengatakan, masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah, harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. ”Harus ada sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat,” katanya.

Momen HUT ke-16 Kota Denpasar ini, juga menjadi berita istimewa bagi orangtua siswa di Denpasar. Mulai tahun ajaran tahun 2008 ini, Pemkot Denpasar membebaskan uang bangunan atau uang gedung bagi semua siswa baru yang akan masuk sekolah.

“Dengan pembebasan biaya bangunan ini, saya berharap pendidikan di Denpasar makin maju. Orangtua siswa tidak perlu lagi memikirkan uang bangunan, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa dipakai untuk keperluan yang lain,” kata Puspayoga.

Untuk menguatkan instruksi itu, Puspayoga sudah mengeluarkan SK yang membebaskan siswa di Denpasar dari pungutan uang gedung. Lebih jauh dia mengatakan, sekolah hanya diperkenankan untuk memungut uang sumbangan wajib dan sumbangan sukarela yang besarannya mengacu pada kemampuan terendah masing-masing berdasarkan persetujuan rapat komite sekolah.

Pada puncak perayaan HUT tersebut, juga dihadiri Sekda Propinsi Bali Nyoman Yasa, S.H., Direktur Pembinaan Telematika Depkominfo, Drs. Bambang Supariyanto, Muspida Denpasar serta warga masyarakat Denpasar yang hadir di Lapangan Puputan Badung.

Gita Warsa Pesona
Usai acara seremonial HUT ke- 16 Kota Denpasar, memasuki pukul 20.00, ribuan warga Denpasar kembali memadati taman kota untuk menyaksikan malam hiburan bertajuk “Gita Warsa Pesona”.

Menariknya, meski penampilan Triple X dan Lolot manggung di ujung acara, penonton termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Bintang Puspayoga dengan sabar dan tertib menyaksikan aksi panggung idolanya, hingga usai menjelang tengah malam.

Sajian gratis kerja sama Pemkot Denpasar dengan RPKD 91.45 FM mendapat sambutan luar biasa dari warga Denpasar yang berharap agar acara serupa bisa dilaksanakan kembali, tidak hanya menunggu perayaan HUT Kota Denpasar.

Live performance yang menampilkan sederetan artis pop Bali ini menjadi acara pemungkas peringatan HUT ke-16 Kota Denpasar. Sejak penampilan Tisna, Dian AFI Margi, Manik, di Ubud Band, 4WD dengan lagu-lagu hits-nya sudah mulai dipadati penonton. Tentu saja aksi panggung sederetan artis pop Bali ini mendapat sambutan meriah penonton yang memadati lapangan.

Puncak kegembiraan warga Denpasar ditumpahkan ketika artis idolanya seperti Triple X dan Lolot naik panggung dengan tembang andalan masing-masing. Selain diisi hiburan dari penyanyi artis pop Bali, penonton juga disajikan tayangan film “Denpasar Tempoe Doeloe”. Film yang diputar setelah Maribeth turun panggung itu, memperlihatkan situasi kehidupan warga Denpasar tempo dulu.

Penanggung Jawab RPKD 91,45 FM, Drs. Nyoman Aryana, M.Si., mengungkapkan, GWP tersebut menjadi ajang menghibur masyarakat Kota Denpasar di perayaan HUT kotanya.

Persembahan GWP ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Denpasar kepada masyarakat yang sarat membutuhkan hiburan, sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot terhadap pelestarian seni budaya Bali. *yas

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost