29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Donasi Bandara Mesti Fokus untuk Pembenahan Objek Wisata
Denpasar (BisnisBali)-Daya dukung pariwisata Bali adalah objek wisata dan budaya. Pemerintah mesti menfokuskan donasi bandara ini untuk pembenahan objek wisata dan pelestarian budaya sehingga bisa memberikan nilai tambah pada pariwisata Bali. Demikian dikemukakan Ketua Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, Drs. I Putu Anom, M.Par., Kamis (28/2) kemarin.

Dijelaskannya, tujuan wisatawan berkunjungan ke Bali diantaranya berlibur dan menikmati keindahan Bali. Pariwisata Bali masih mengedepankan kebudayaan sebagai daya tarik utama. Ini juga didukung oleh lingkungan Bali didasarkan pada konsep Tri Hita Karana.

Pengenaan donasi bandara sebesar Rp 10.000 per wisatawan/penumpang sangat tepat jika diarahkan untuk pengembangan budaya dan penataan objek dan daya tarik pariwisata.

Salah satu pertimbangan donasi objek wisata di Bali masih rendah dibandingkan kawasan lain seperti di Jawa. Saat ini, tarif masuk objek wisata di Bali masih pada kisaran di bawah Rp 10.000, sementara tarif objek wisata di luar Bali seperti di Jawa mencapai kisaran di atas Rp. 10.000.

Ia melihat pemerintah propinsi Bali selama ini tidak mendapatkan dana PHR dari pemerintah kabupaten/kota di Bali. Sementara untuk konservasi alam dan revitalisasi budaya ini membutuhkan biaya besar. “ Pemerintah propinsi perlu memiliki dana untuk pembenahan lingkungan dan objek wisata ,” paparnya. *kup

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost