Denpasar (BisnisBali)-Daya dukung pariwisata Bali
adalah objek wisata dan budaya. Pemerintah mesti menfokuskan
donasi bandara ini untuk pembenahan objek wisata dan pelestarian
budaya sehingga bisa memberikan nilai tambah pada pariwisata
Bali. Demikian dikemukakan Ketua Program Studi Pariwisata
Universitas Udayana, Drs. I Putu Anom, M.Par., Kamis (28/2)
kemarin.
Dijelaskannya, tujuan wisatawan berkunjungan ke Bali diantaranya
berlibur dan menikmati keindahan Bali. Pariwisata Bali masih
mengedepankan kebudayaan sebagai daya tarik utama. Ini juga
didukung oleh lingkungan Bali didasarkan pada konsep Tri
Hita Karana.
Pengenaan donasi bandara sebesar Rp 10.000 per wisatawan/penumpang
sangat tepat jika diarahkan untuk pengembangan budaya dan
penataan objek dan daya tarik pariwisata.
Salah satu pertimbangan donasi objek wisata di Bali masih
rendah dibandingkan kawasan lain seperti di Jawa. Saat ini,
tarif masuk objek wisata di Bali masih pada kisaran di bawah
Rp 10.000, sementara tarif objek wisata di luar Bali seperti
di Jawa mencapai kisaran di atas Rp. 10.000.
Ia melihat pemerintah propinsi Bali selama ini tidak mendapatkan
dana PHR dari pemerintah kabupaten/kota di Bali. Sementara
untuk konservasi alam dan revitalisasi budaya ini membutuhkan
biaya besar. “ Pemerintah propinsi perlu memiliki
dana untuk pembenahan lingkungan dan objek wisata ,”
paparnya. *kup
|