Jakarta (BisnisBali) –Setelah mengakuisisi
saham PT Sigma dan Sicom (Malaysia), PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk. (Telkom) kembali mengincar sejumlah perusahaan demi menambah
pendapatan perseroan khususnya dari divisi enterprises services
yang setiap tahun mampu menyumbang sekitar Rp 12 trilyun terhadap
perusahaan.
"Untuk memperkuat segmen bisnis, kita menyiapkan dana
sekitar 40 juta dolar AS untuk program akuisisi perusahan,"
kata Direktur Enterprises and Wholesale Telkom, Arief Yahya,
di Jakarta, Kamis kemarin.
Sesuai visi perusahan, akuisisi dilakukan untuk memperkuat
segmen bisnis perseroan terutama perusahaan yang masih terkait
dengan layanan solusi information, communication and technology
(ICT) sehingga dapat memberi nilai tambah bagi Telkom.
"Terbukti setelah mengakuisisi Sigma, pangsa pasar Telkom
pada penyediaan layanan teknologi informasi perbankan langsung
melonjak," katanya.
Menurut Arief, pola akuisisi dilakukan dengan cara terlebih
dahulu meningkatkan nilai perusahaan (customer value) yang
menjadi klien Telkom.
Divisi Enterprises Services Telkom saat memiliki pelanggan
korporasi kepada sekitar 6.000 perusahaan, yang bergerak di
enam sektor yaitu, jasa keuangan dan perbankan, e-government,
manufaktur, konstruksi dan pertambangan, perdagangan dan kawasan
industri, serta jasa dan perdagangan.
"Secara keseluruhan, pertumbuhan pendapatan divisi enterprises
dan service setiap tahun di atas 20 persen. Jasa keuangan
dan perbankan menyumbang pendapatan terbesar dengan porsi
sekitar 25 persen bagi divisi enterprises service, sedangkan
sisanya atau di lima segmen lainnya merata sekitar 15 persen,"
kata Arief.
"Pendekatan kita justru dari pelanggan, apa yang dibutuhkan
kita berikan, setelah itu kita memberi penawaran untuk akuisisi
termasuk kemungkinan peningkatan kepemilikan saham,"
katanya tanpa merinci perusahaan yang akan diambilalih.
Ia hanya menjelaskan, perusahaan yang akan diakuisisi bisa
ditebak. "Saat ini ada customer yang fokus di bidang
jasa pendidikan. Kalau perusahaan memiliki nilai tambah...
pasti kita beli," katanya, sambil menambahkan bahwa divisi
enterprise servise yang dipimpinnya, baru saja menerima penghargaan
berupa sertifikat ISO 9001 dan ISO 9004.
Arief menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan buah dari
keberhasilan perusahaan khususnya divisi enterprises services
menghadapi persaingan sengit di industri telekomunikasi khususnya
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi dan sebagai tujuan
pemegang saham.
MGTI
Sementara itu, terkait pengambilalihan saham (reverse) PT
Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI) mitra Kerjasama
Operasional (KSO) IV di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta
pada Januari 2004, Yahya mengatakan, tidak ada masalah.
"Sudah selesai semua, dan terakhir mitra KSO yang sahamnya
di-reverse oleh Telkom yaitu KSO di Divre VII. Dengan demikian
semua pelayanan dari mitra tersebut diambil alih Telkom,"
katanya.
Nilai transaksi pengambilalihan MGTI dari pihak ketiga PT
Alberta itu, mencapai 5,4 juta dolar AS pada saat kesepakatan
dilakukan (Januari 2004), dan ditambah kewajiban Telkom
sebesar 6,8 juta per bulan hingga tahun 2010. *ant