29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Telkom Siapkan 40 Juta Dolar* Ekspansi Segmen Bisnis
Jakarta (BisnisBali) –Setelah mengakuisisi saham PT Sigma dan Sicom (Malaysia), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) kembali mengincar sejumlah perusahaan demi menambah pendapatan perseroan khususnya dari divisi enterprises services yang setiap tahun mampu menyumbang sekitar Rp 12 trilyun terhadap perusahaan.

"Untuk memperkuat segmen bisnis, kita menyiapkan dana sekitar 40 juta dolar AS untuk program akuisisi perusahan," kata Direktur Enterprises and Wholesale Telkom, Arief Yahya, di Jakarta, Kamis kemarin.

Sesuai visi perusahan, akuisisi dilakukan untuk memperkuat segmen bisnis perseroan terutama perusahaan yang masih terkait dengan layanan solusi information, communication and technology (ICT) sehingga dapat memberi nilai tambah bagi Telkom.

"Terbukti setelah mengakuisisi Sigma, pangsa pasar Telkom pada penyediaan layanan teknologi informasi perbankan langsung melonjak," katanya.

Menurut Arief, pola akuisisi dilakukan dengan cara terlebih dahulu meningkatkan nilai perusahaan (customer value) yang menjadi klien Telkom.

Divisi Enterprises Services Telkom saat memiliki pelanggan korporasi kepada sekitar 6.000 perusahaan, yang bergerak di enam sektor yaitu, jasa keuangan dan perbankan, e-government, manufaktur, konstruksi dan pertambangan, perdagangan dan kawasan industri, serta jasa dan perdagangan.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan pendapatan divisi enterprises dan service setiap tahun di atas 20 persen. Jasa keuangan dan perbankan menyumbang pendapatan terbesar dengan porsi sekitar 25 persen bagi divisi enterprises service, sedangkan sisanya atau di lima segmen lainnya merata sekitar 15 persen," kata Arief.

"Pendekatan kita justru dari pelanggan, apa yang dibutuhkan kita berikan, setelah itu kita memberi penawaran untuk akuisisi termasuk kemungkinan peningkatan kepemilikan saham," katanya tanpa merinci perusahaan yang akan diambilalih.

Ia hanya menjelaskan, perusahaan yang akan diakuisisi bisa ditebak. "Saat ini ada customer yang fokus di bidang jasa pendidikan. Kalau perusahaan memiliki nilai tambah... pasti kita beli," katanya, sambil menambahkan bahwa divisi enterprise servise yang dipimpinnya, baru saja menerima penghargaan berupa sertifikat ISO 9001 dan ISO 9004.

Arief menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan buah dari keberhasilan perusahaan khususnya divisi enterprises services menghadapi persaingan sengit di industri telekomunikasi khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporasi dan sebagai tujuan pemegang saham.

MGTI
Sementara itu, terkait pengambilalihan saham (reverse) PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI) mitra Kerjasama Operasional (KSO) IV di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Januari 2004, Yahya mengatakan, tidak ada masalah.

"Sudah selesai semua, dan terakhir mitra KSO yang sahamnya di-reverse oleh Telkom yaitu KSO di Divre VII. Dengan demikian semua pelayanan dari mitra tersebut diambil alih Telkom," katanya.

Nilai transaksi pengambilalihan MGTI dari pihak ketiga PT Alberta itu, mencapai 5,4 juta dolar AS pada saat kesepakatan dilakukan (Januari 2004), dan ditambah kewajiban Telkom sebesar 6,8 juta per bulan hingga tahun 2010. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost