Denpasar (BisnisBali) –Sebelum melangsungkan
upacara pernikahan, calon pengantin pria dan wanita sudah
memiliki konsep atau rencana untuk membuat kartu undangan.
Mereka kebanyakan menyukai kartu ucapan yang unik dan menarik,
sehingga kartu undangan dibuat makin inovatif.
Hal tersebut dikatakan Denny, pemilik usaha pembuatan kartu
undangan pernikahan, Kamis (28/2) kemarin di Denpasar. Lebih
jauh dikatakan, di samping menawarkan desain yang ada, pihaknya
juga mengerjakan desain yang dibawa sendiri oleh konsumen.
Kebanyakan mereka membawa serta memilih desain yang unik serta
kelihatan natural, seperti dari bahan baku eceng gondok, pelepah
pisang dan bahan alam lainnya.
Untuk harga kartu undangan, dijelaskannya, tergantung pada
jumlah pesanan. Makin sedikit jumlah pesanan, harganya juga
akan mahal dan sebaliknya. Dijelaskan, jika konsumen memesan
dengan jumlah 300, harga yang ditawarkan mencapai Rp 7.000
sampai Rp 15.000 per kartu.
Lebih jauh dijelaskan, pengerjaan untuk kartu undangan memerlukan
waktu yang agak lama, sehingga pihaknya mengharapkan order
sudah datang sebulan atau dua bulan sebelum upacara dilangsungkan,
sehingga pihaknya mampu menyelesaikan kartu tersebut tepat
waktu.
Ditanya tentang bahan baku, dirinya menambahkan, saat ini
bahan baku semuanya didapatkan di Bali, tetapi kadang-kadang
juga mendatangkan dari luar Bali, seperti Jawa Tengah.
Menurut salah satu konsumen, Eka Kusuma Adijaya mengatakan,
untuk membuat kartu ucapan dirinya membawa desain sendiri.
Tetapi jika ada desain unik serta beda dari yang lain, mungkin
dirinya akan beralih desain.
Lebih jauh diharapkan, untuk itu usaha di bidang ini harus
mampu merancang desain baru, sehingga kartu yang dibuat makin
beragam desainnya. *dwi
|