Badung (BisnisBali) –Keberadaan jasa spa di
sejumlah vila memiliki peluang yang cerah, untuk meningkatkan
jaringan pemasaran di tingkat internasional.
Ini disebabkan banyak pengunjung vila yang terdiri atas wisatawan
mancanegara, sehingga saat menikmati pelayanan spa, akan menjadi
kesempatan promosi bagi para terapis vila tentang keunggulan
spa Bali.
Demikian antara lain diungkapkan Made Bandi, salah seorang
pengelola vila di kawasan Kerobokan Kuta, baru-baru ini. Katanya,
dengan promosi dari mulut ke mulut spa lokal bisa mengangkat
eksistensinya di tingkat internasional, karena pelayanan spa
di vila bersentuhan langsung dengan wisatawan.
Untuk meningkatkan promosi spa di vila, diperlukan profesionalisme
dalam pengelolaannya, sehingga jasa ini betul-betul dapat
dimanfaatkan wisatawan secara optimal. Tak mengurangi kesan
privasi spa di vila juga bisa menampilkan pelayanan itu, dengan
profesionalisme di bidang terapi, maupun pemanfaatan ramuan
spa yang alami, sehingga serasi dengan kesan vila yang lekat
dengan alam.
Kini tak semua vila memiliki pelayanan spa, sehingga kesempatan
untuk meningkatkan pemasukan dari bidang usaha jasa ini masih
belum optimal.
‘’Bisa saja pelayanan spa dijadikan satu paket
dengan pelayanan lainnya yang disediakan manajemen vila, sehingga
wisatawan merasa lebih enak bertransaksi. Misalnya, untuk
satu hari sewa vila mencapai Rp 300.000 hingga Rp 400.000
dengan pelayanan dan fasilitas memadai, saya rasa wisatawan
akan lebih betah,’’ tambahnya.
Suarma, salah seorang pebisnis spa yang kebetulan bekerja
sama dengan satu vila di Kawasan Canggu mengatakan, sebetulnya
bisnis vila di spa yang sudah dipaket akan lebih efektif ketimbang
berdiri sendiri.
Sebab, ada kecenderungan sebagian wisatawan enggan untuk menambah
penggunaan jasa di luar pelayanan pokok vila karena takut
dikenakan biaya mahal. Jika pembayaran penggunaan fasilitas
dibuat paket, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan tak mengubah
kesan spa di vila yang mengutamakan kenyamanan dan pelayanan
terapi yang profesional. * gun