29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Hangat dan ‘’Fashionable’’Jaket Kulit Domba Dominasi Permintaan
Kuta (BisnisBali) -Bisnis jaket kulit hingga saat ini memiliki peluang pasar yang cukup baik. Pasalnya, makin banyak masyarakat yang menjadikan jaket sebagai penghangat atau pelindung tubuh, serta sebagai aksesori agar tampil lebih modis dan fashionable.

Sebab, jaket kulit cocok untuk iklim negara kita. ‘’Kami menyediakan 2 jenis jaket kulit yakni, jaket kulit sapi dan kulit domba. Selama ini jaket kulit domba cenderung diminati konsumen, dibandingkan jaket kulit sapi.

Sebab, jaket kulit domba lebih lentur. Sementara, jaket kulit sapi agak keras,’’ ujar Kurniawan, salah seorang penyedia jaket kulit, di kawasan Kuta, Kamis (28/2) kemarin.

Terbukti, jaket kulit domba rata-rata laku 4-5 pcs per hari, sedangkan jaket kulit sapi hanya laku 1-2 pcs saja per hari. Lanjut dia, modal utama untuk sukses di bisnis ini adalah desain. Mengingat desain merupakan kreativitas seni yang cukup digandrungi anak muda saat ini.

‘’Kami berusaha menciptakan desain-desain jaket yang digandrungi pasar dan unik, selain kualitas optimal tentunya agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting, sebab kami ingin membangun brand sendiri,’’ ungkapnya.

Selain memenuhi permintaan konsumen lokal dan nasional, produknya juga sudah merambah ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Jepang.

Hambatan yang dihadapinya saat ini adalah teknologi pengolahan, untuk percepatan proses produksi dan lemahnya pengendalian kualitas terhadap komoditi barang yang dihasilkan sehingga dapat mempengaruhi kinerja citra komoditi yang sudah terbentuk. ‘’Jika hambatan ini tidak diatasi, perajin kulit akan kalah bersaing,’’ jelasnya.

Kata dia, hal yang menjadi perhatian untuk membina hubungan dengan konsumen adalah mutu, baik mutu kulit maupun mutu pengerjaan jaketnya.
Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh, kata dia, tentu akan merusak hasil yang diharapkan.

Pengetahuan cara mendesain memang harus dikuasai, terbukti pihaknya yang hampir selama 10 tahun bergelut di bisnis ini hingga kini tetap belajar untuk mendalami proses desain yang lebih baik serta menambah pengalaman yang terbaru. Disinggung mengenai harga jaket kulit di tempatnya bervariasi, tergantung jenis, motif, warna dan ukuran. Harganya mulai Rp 550.000/pcs.

Hal senada diungkapkan Faisal, salah seorang penyedia jaket kulit lainnya. ‘’Jaket kulit domba cenderung diminati pasar saat ini. Selain lebih lentur, juga dari segi harga cukup bersaing dengan jaket kulit sapi,’’ ujarnya.

Faktor pendukung terwujudnya industri jaket kulit ini di antaranya adalah, ketersediaan bahan baku. Mengingat, bahan baku jaket ini didatangkan langsung dari Garut, Bandung.

Selain itu letak geografis usahanya yang terletak di Kuta sebagai pusat perdagangan internasional, memungkinkan untuk terus serius meningkatkan produksi jaket kulit karena mudah dipasarkan. *aya
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost