Kuta (BisnisBali) -Bisnis jaket kulit hingga saat
ini memiliki peluang pasar yang cukup baik. Pasalnya, makin
banyak masyarakat yang menjadikan jaket sebagai penghangat
atau pelindung tubuh, serta sebagai aksesori agar tampil lebih
modis dan fashionable.
Sebab, jaket kulit cocok untuk iklim negara kita. ‘’Kami
menyediakan 2 jenis jaket kulit yakni, jaket kulit sapi dan
kulit domba. Selama ini jaket kulit domba cenderung diminati
konsumen, dibandingkan jaket kulit sapi.
Sebab, jaket kulit domba lebih lentur. Sementara, jaket kulit
sapi agak keras,’’ ujar Kurniawan, salah seorang
penyedia jaket kulit, di kawasan Kuta, Kamis (28/2) kemarin.
Terbukti, jaket kulit domba rata-rata laku 4-5 pcs per hari,
sedangkan jaket kulit sapi hanya laku 1-2 pcs saja per hari.
Lanjut dia, modal utama untuk sukses di bisnis ini adalah
desain. Mengingat desain merupakan kreativitas seni yang cukup
digandrungi anak muda saat ini.
‘’Kami berusaha menciptakan desain-desain jaket
yang digandrungi pasar dan unik, selain kualitas optimal tentunya
agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting,
sebab kami ingin membangun brand sendiri,’’ ungkapnya.
Selain memenuhi permintaan konsumen lokal dan nasional, produknya
juga sudah merambah ke pasar internasional, seperti Singapura,
Malaysia, Taiwan dan Jepang.
Hambatan yang dihadapinya saat ini adalah teknologi pengolahan,
untuk percepatan proses produksi dan lemahnya pengendalian
kualitas terhadap komoditi barang yang dihasilkan sehingga
dapat mempengaruhi kinerja citra komoditi yang sudah terbentuk.
‘’Jika hambatan ini tidak diatasi, perajin kulit
akan kalah bersaing,’’ jelasnya.
Kata dia, hal yang menjadi perhatian untuk membina hubungan
dengan konsumen adalah mutu, baik mutu kulit maupun mutu pengerjaan
jaketnya.
Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh, kata dia,
tentu akan merusak hasil yang diharapkan.
Pengetahuan cara mendesain memang harus dikuasai, terbukti
pihaknya yang hampir selama 10 tahun bergelut di bisnis ini
hingga kini tetap belajar untuk mendalami proses desain yang
lebih baik serta menambah pengalaman yang terbaru. Disinggung
mengenai harga jaket kulit di tempatnya bervariasi, tergantung
jenis, motif, warna dan ukuran. Harganya mulai Rp 550.000/pcs.
Hal senada diungkapkan Faisal, salah seorang penyedia jaket
kulit lainnya. ‘’Jaket kulit domba cenderung diminati
pasar saat ini. Selain lebih lentur, juga dari segi harga
cukup bersaing dengan jaket kulit sapi,’’ ujarnya.
Faktor pendukung terwujudnya industri jaket kulit ini di antaranya
adalah, ketersediaan bahan baku. Mengingat, bahan baku jaket
ini didatangkan langsung dari Garut, Bandung.
Selain itu letak geografis usahanya yang terletak di Kuta
sebagai pusat perdagangan internasional, memungkinkan untuk
terus serius meningkatkan produksi jaket kulit karena mudah
dipasarkan. *aya
|