Denpasar (BisnisBali) –Pemerintah Propinsi
Bali berencana meningkatkan bantuan kepada subak, organisasi
pengairan tradisional dalam bidang pertanian dari sebesar
Rp 15 juta menjadi Rp 20 juta per subak tahun 2008.
"Penambahan bantuan untuk 2.345 subak diharapkan bisa
terealisasi dalam tahun ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan
Propinsi Bali Drs. I Nyoman Nikanaya di Denpasar, Kamis kemarin.
Ia mengatakan, bantuan kepada masing-masing subak tahun 2008
merupakan yang ketiga kalinya dan diharapkan bisa diberikan
secara berkesinambungan.
Bali memiliki 2.345 organisasi subak yang terdiri atas subak
di lahan basah 1.559 buah dan subak abian (di lahan kering)
786 buah yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota
di Bali.
Bantuan untuk organiasi subak untuk tahun 2007 sebesar Rp
35,1 milyar, atau masing-masing sebesar Rp 15 juta. Penggunaan
dana sebesar Rp 15 juta per subak diarahkan untuk berbagai
kegiatan sesuai hasil kesepakatan petani yang terhimpun dalam
wadah organisasi pengairan tersebut.
Bantuan kepada subak dimaksudkan untuk memelihara dan melestarikan
organisasi subak yang cenderung lahannya makin menyusut, akibat
peralihan lahan pertanian yang tidak dapat dihindari.
Organisasi subak yang diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat
Bali sudah dikenal ke berbagai daerah di Indonesia maupun
mancanegara. Ahli pertanian dari sejumlah negara pernah mengadakan
studi banding mengenai subak ke Bali. Dikenalnya subak di
mancanegara hendaknya mampu mendorong semua pihak untuk tetap
melestarikan subak di Bali, harap Nikanaya.
Pemprop Bali selain memberikan bantuan untuk pelestarian subak,
juga mengalokasikan dana untuk pemberdayaan 1.404 desa adat
masing-masing sebesar Rp 40 juta.
"Desa adat dan subak selama ini sangat berperan dalam
memajukan pembangunan dan melestarikan seni budaya Bali,"
katanya. Irigasi pengairan yang lebih dikenal dengan subak
mampu menyukseskan pembangunan bidang pertanian, yang pada
gilirannya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Organisasi pengairan tradisional dinilai sangat ampuh dan
efektif dalam mengatur irigasi sehingga lahan pertanian mendapat
mengairan secara teratur sepanjang tahun.
Sistem subak, manajemen pembangunan bidang pertanian sudah
teruji keampuhannya dalam mengatur pembagian air secara merata,
memelihara serta memperbaiki sarana dan prasarana irigasi
pertanian.
Atas keampuhan dan prestasi tersebut, subak sering dijadikan
contoh bagi negara-negara asing maupun berbagai daerah di
Indonesia, tutur Nikanaya. *ant