29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Bali Naikkan Bantuan Subak Jadi Rp 20 Juta
Denpasar (BisnisBali) –Pemerintah Propinsi Bali berencana meningkatkan bantuan kepada subak, organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian dari sebesar Rp 15 juta menjadi Rp 20 juta per subak tahun 2008.

"Penambahan bantuan untuk 2.345 subak diharapkan bisa terealisasi dalam tahun ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs. I Nyoman Nikanaya di Denpasar, Kamis kemarin.

Ia mengatakan, bantuan kepada masing-masing subak tahun 2008 merupakan yang ketiga kalinya dan diharapkan bisa diberikan secara berkesinambungan.

Bali memiliki 2.345 organisasi subak yang terdiri atas subak di lahan basah 1.559 buah dan subak abian (di lahan kering) 786 buah yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Bantuan untuk organiasi subak untuk tahun 2007 sebesar Rp 35,1 milyar, atau masing-masing sebesar Rp 15 juta. Penggunaan dana sebesar Rp 15 juta per subak diarahkan untuk berbagai kegiatan sesuai hasil kesepakatan petani yang terhimpun dalam wadah organisasi pengairan tersebut.

Bantuan kepada subak dimaksudkan untuk memelihara dan melestarikan organisasi subak yang cenderung lahannya makin menyusut, akibat peralihan lahan pertanian yang tidak dapat dihindari.

Organisasi subak yang diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat Bali sudah dikenal ke berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Ahli pertanian dari sejumlah negara pernah mengadakan studi banding mengenai subak ke Bali. Dikenalnya subak di mancanegara hendaknya mampu mendorong semua pihak untuk tetap melestarikan subak di Bali, harap Nikanaya.

Pemprop Bali selain memberikan bantuan untuk pelestarian subak, juga mengalokasikan dana untuk pemberdayaan 1.404 desa adat masing-masing sebesar Rp 40 juta.

"Desa adat dan subak selama ini sangat berperan dalam memajukan pembangunan dan melestarikan seni budaya Bali," katanya. Irigasi pengairan yang lebih dikenal dengan subak mampu menyukseskan pembangunan bidang pertanian, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Organisasi pengairan tradisional dinilai sangat ampuh dan efektif dalam mengatur irigasi sehingga lahan pertanian mendapat mengairan secara teratur sepanjang tahun.

Sistem subak, manajemen pembangunan bidang pertanian sudah teruji keampuhannya dalam mengatur pembagian air secara merata, memelihara serta memperbaiki sarana dan prasarana irigasi pertanian.

Atas keampuhan dan prestasi tersebut, subak sering dijadikan contoh bagi negara-negara asing maupun berbagai daerah di Indonesia, tutur Nikanaya. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost