Denpasar (BisnisBali) –Informasi soal susu
formula berbakteri harus jelas, sehingga masyarakat tidak
was-was untuk mengkonsumsinya. Sebelumnya, Balai Besar Pengawas
Obat dan Makanan (BBPOM) Bali menjamin bahwa Bali aman soal
susu berbakteri.
Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen Swadaya
Masyarakat Yayasan Konsumen Bali Udi Prayudi, S.E., S.H.,
terkait adanya adanya temuan Institut Pertanian Bogor (IPB)
terhadap makanan bayi dan susu formula yang mengandung bakteri
enterobacter sakazakii, Kamis (28/2) kemarin.
“Pemerintah atau pun BBPOM sebaiknya mengumumkan ke
publik, produk susu formula untuk bayi mana yang tercemar
bakteri. Tujuannya agar tidak terjadi polemik di masyarakat,”
ujarnya.
Manfaat lain adanya pengumuman merek susu yang mengandung
bakteri, menurut Udi, pertama masyarakat tidak resah untuk
memberikan susu formula untuk bayi mereka.
Masyarakat menjadi tenang atau tidak dibuat bingung dengan
pemberitaan susu berbakteri. Kedua, produsen susu tentu juga
diuntungkan. Produsen susu yang bebas bakteri tentu tidak
perlu takut produk susu yang dilempar di pasaran tidak laku
terjual.
Ketiga, tentu dari segi kesehatan masyarakat bisa terbebas
dari makanan yang terkontaminasi Enterobacter Sakazakii yang
dapat menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan),
sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada
lapisan urat saraf tulang belakang dan otak).
Disinggung mengenai amannya Bali terhadap susu berbakteri
telah susuai pengawasan yang dilakukan BBPOM Denpasar selama
dua tahun terakhir (2006-2007), Udi menyambut gembira. Ia
berharap, BBPOM mengumumkan produk susu mana yang diteliti,
apakah sesuai dengan yang diteliti IPB. *dik
|