29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Informasi soal susu formula berbakteri harus jelas, sehingga masyarakat tidak was-was untuk mengkonsumsinya. Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bali menjamin bahwa Bali aman soal susu berbakteri.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen Swadaya Masyarakat Yayasan Konsumen Bali Udi Prayudi, S.E., S.H., terkait adanya adanya temuan Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap makanan bayi dan susu formula yang mengandung bakteri enterobacter sakazakii, Kamis (28/2) kemarin.

“Pemerintah atau pun BBPOM sebaiknya mengumumkan ke publik, produk susu formula untuk bayi mana yang tercemar bakteri. Tujuannya agar tidak terjadi polemik di masyarakat,” ujarnya.

Manfaat lain adanya pengumuman merek susu yang mengandung bakteri, menurut Udi, pertama masyarakat tidak resah untuk memberikan susu formula untuk bayi mereka.

Masyarakat menjadi tenang atau tidak dibuat bingung dengan pemberitaan susu berbakteri. Kedua, produsen susu tentu juga diuntungkan. Produsen susu yang bebas bakteri tentu tidak perlu takut produk susu yang dilempar di pasaran tidak laku terjual.

Ketiga, tentu dari segi kesehatan masyarakat bisa terbebas dari makanan yang terkontaminasi Enterobacter Sakazakii yang dapat menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak).

Disinggung mengenai amannya Bali terhadap susu berbakteri telah susuai pengawasan yang dilakukan BBPOM Denpasar selama dua tahun terakhir (2006-2007), Udi menyambut gembira. Ia berharap, BBPOM mengumumkan produk susu mana yang diteliti, apakah sesuai dengan yang diteliti IPB. *dik
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost