29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Tidak Ada Hambatan Ekspor Perikanan Bali ke Uni Eropa
Denpasar (BisnisBali) –Bali tidak menghadapi hambatan dalam perdagangan ekspor hasil laut termasuk ke Uni Eropa, sehingga perolehan devisanya naik hingga 37 persen dari 52 juta dolar AS pada tahun 2006 menjadi 71,8 juta dolar pada tahun 2007.

"Perdagangan ekspor sektor perikanan Bali lancar-lancar saja selama ini karena mampu memenuhi standar kualitas yang ditentukan negara konsumen," kata Kasubdin Perdaglu, Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Kamis kemarin.

Khusus perdagangan antarnegara sektor perikanan ke Uni Eropa, daerah ini tercatat memiliki empat eksportir yang sudah mendapatkan ijin untuk mengapalkan hasil laut ke negara tujuan tanpa menjumpai hambatan yang berarti.

Oleh sebab itu, tuna segar maupun yang sudah dibekukan produksi daerah ini masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas Bali dari sektor perikanan tahun 2008 bersama mata dagangan hasil industri kecil dan kerajinan.

Hasil laut tersebut tetap menjadi salah satu andalan Bali sehubungan perolehan devisanya 2007 mengalami peningkatan 56,7 persen menjadi 58,9 juta dolar, jika dibandingkan perioda sama 2006 yang hanya 37,6 juta dolar.

Peningkatan devusa itu berkat pengusaha mengapalkan 18.621 ton tuna segar dan yang sudah dibekukan selama 2007, mengalami kenaikan hingga 87 persen dari periode sama sebelumnya hanya 9.941 ton.

Sekitar 700 kapal penangkap tuna long line yang mangkal di Pelabuhan Benoa, 15 Km selatan Denpasar dan beroperasi setiap saat guna mengisi permintaan pasar terutama yang datang dari Jepang, AS, Cina dan Taiwan.

"Walau terjadinya banyak permasalahan yang menerpa para pengusaha penangkapan ikan di laut, namun berkat keuletannya dalam beroperasi maka volume perdagangan ekspor meningkat terus sekaligus perolehan devisanya," katanya.

Selain tuna yang masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas Bali bersama pakaian jadi, kata Kusumawathi, Bali memperdagangkan sedikitnya sembilan jenis hasil laut yang memasuki pasar ekspor.

Hasil laut yang memasuki pasar ekspor selama ini yakni selain tuna juga ikan hias hidup, kepiting, kakap, kerapu, nener (bibit bandeng), lobster, sirip ikan hiu dan rumput laut yang banyak dihasilkan petani Nusa Penida. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost