Denpasar (BisnisBali) –Bali tidak menghadapi
hambatan dalam perdagangan ekspor hasil laut termasuk ke Uni
Eropa, sehingga perolehan devisanya naik hingga 37 persen
dari 52 juta dolar AS pada tahun 2006 menjadi 71,8 juta dolar
pada tahun 2007.
"Perdagangan ekspor sektor perikanan Bali lancar-lancar
saja selama ini karena mampu memenuhi standar kualitas yang
ditentukan negara konsumen," kata Kasubdin Perdaglu,
Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Kamis
kemarin.
Khusus perdagangan antarnegara sektor perikanan ke Uni Eropa,
daerah ini tercatat memiliki empat eksportir yang sudah mendapatkan
ijin untuk mengapalkan hasil laut ke negara tujuan tanpa menjumpai
hambatan yang berarti.
Oleh sebab itu, tuna segar maupun yang sudah dibekukan produksi
daerah ini masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas
Bali dari sektor perikanan tahun 2008 bersama mata dagangan
hasil industri kecil dan kerajinan.
Hasil laut tersebut tetap menjadi salah satu andalan Bali
sehubungan perolehan devisanya 2007 mengalami peningkatan
56,7 persen menjadi 58,9 juta dolar, jika dibandingkan perioda
sama 2006 yang hanya 37,6 juta dolar.
Peningkatan devusa itu berkat pengusaha mengapalkan 18.621
ton tuna segar dan yang sudah dibekukan selama 2007, mengalami
kenaikan hingga 87 persen dari periode sama sebelumnya hanya
9.941 ton.
Sekitar 700 kapal penangkap tuna long line yang mangkal di
Pelabuhan Benoa, 15 Km selatan Denpasar dan beroperasi setiap
saat guna mengisi permintaan pasar terutama yang datang dari
Jepang, AS, Cina dan Taiwan.
"Walau terjadinya banyak permasalahan yang menerpa para
pengusaha penangkapan ikan di laut, namun berkat keuletannya
dalam beroperasi maka volume perdagangan ekspor meningkat
terus sekaligus perolehan devisanya," katanya.
Selain tuna yang masih menjadi salah satu andalan ekspor nonmigas
Bali bersama pakaian jadi, kata Kusumawathi, Bali memperdagangkan
sedikitnya sembilan jenis hasil laut yang memasuki pasar ekspor.
Hasil laut yang memasuki pasar ekspor selama ini yakni selain
tuna juga ikan hias hidup, kepiting, kakap, kerapu, nener
(bibit bandeng), lobster, sirip ikan hiu dan rumput laut yang
banyak dihasilkan petani Nusa Penida. *ant