29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Siasati Harga Jual Ukuran Kue lebih Kecil, tapi Tampilan Menarik
Denpasar (BisnisBali) –Banyak cara yang dilakukan para pedagang kue dan roti, dalam menyiasati penjualan. Salah satunya dengan menyajikan ukuran kue dan roti yang segaja dicetak lebih kecil dari ukuran biasa.

Pedagang berbagai jenis kue dan roti, Dartana, Kamis (28/2) kemarin di Denpasar mengatakan, awalnya tujuan membuat ukuran kue maupun berbagai jenis roti lebih kecil untuk menyiasati harga jual. Harga bahan baku yang terus naik mengharuskan pengusaha melakukan penyesuaian.

‘’Jika menaikkan harga jual, ditakutkan minat konsumen akan berkurang. Mengikuti strategi pedagang kue dan roti lain dengan membuat ukuran kue atau roti lebih kecil, ternyata membuat tampilan kue lebih menarik didukung dengan kemasan yang juga menarik,” jelasnya.

Dikatakan, awalnya kue berukuran kecil atau small cakes ini, lebih banyak untuk mengisi kue kotak pesanan. Dengan harga sama tapi mendapatkan macam kue yang lebih banyak, menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Namun kemudian small cakes ini justru banyak dipesan untuk berbagai acara. Tampilannya yang lebih cantik tentu sangat menarik selera, di samping itu rasanya juga enak.

Kini small cakes sudah banyak ditawarkan pedagang kue, karena diminati konsumen. Dengan harga mulai Rp 1.000 per potong, kue jenis bolu cokelat, roti pisang, sweet cake dan jenis lainnya rata-rata disukai.

Kemasan dan ukuran kue maupun roti ini memang segaja dicetak khusus, agar tampilannya lebih menarik. Kemasan plastik maupun kertas warna-warna dipercaya mampu meningkatkan selera.

Pedagang kue dan roti lainnya, Handi mengatakan, membuat ukuran kue dan roti lebih kecil menjadi salah satu strategi dalam menyiasati kenaikan harga bahan baku.

‘’Selera konsumen yang berbeda-beda menuntut untuk tetap membuat ukuran kue seperti biasanya, dan juga ukuran lebih kecil. Selama konsumen bersedia membeli dengan harga yang ditawarkan, produksi akan terus berlanjut.

Dia mengaku, lebih baik mengurangi ukuran roti atau kue dari pada mengurangi takaran resep karena rasanya akan berbeda. Konsumen pun tidak akan berselera lagi jika rasa sudah tidak seenak dulu lagi. Lebih baik jujur kepada konsumen karena untuk selanjutnya konsumen akan bisa menilai rasa dari kue yang ditawarkan.

Mengenai penjualan kue secara keseluruhan, dikatakan, dalam kondisi persaingan usaha seperti sekarang kondisi usaha akan sangat tergantung pada strategi pemasaran.

Stretegi pemasaran door to door saat ini masih efektif untuk penjualan kue dan roti. Selain menyediakan stok di toko, door to door akan membantu promosi, kecuali toko yang dikelola sudah dalam skala besar. *rya


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost