Denpasar (BisnisBali) -Pengeluaran biaya operasional
berpengaruh bagi penerimaan omzet di segala bentuk usaha.
Tidak terkecuali pada pengelolaan usaha rumah makan (RM),
pertimbangan biaya yang jatuh lebih murah, tak heran sejumlah
usaha RM lebih mengutamakan menggunakan bahan baku lokal ketimbang
mendatangkan langsung dari luar Bali karena akan mampu menekan
biaya operasional.
Demikian diungkapkan Suyudi, pengelola rumah makan di Denpasar,
terkait pemanfaatan bahan baku lokal, Kamis (28/2) kemarin.
Terang Suyudi, suksesnya bisnis usaha RM tidak bisa lepas
dari berbagai faktor.
Di samping letak yang strategis, faktor cita rasa dan harga
menu dalam penyajian juga menjadi hal pendukung yang penting.
Untuk itu, pemanfaatan bahan baku lokal bisa menjadi pilihan
dalam kaitaan menyajikan menu hidangan dengan harga relatif
murah, namun tanpa mengurangi kualitas hidangan.
Jelasnya, hampir semua bahan baku seperti daging, sayur dan
beberapa bahan baku kebutuhan RM lainnya dibeli dari sejumlah
pasar tradisional yang ada di Bali.
Pertimbangannya, pemanfaatan bahan baku lokal ini dari segi
biaya untuk membeli bahan baku akan jauh lebih murah, dibandingkan
mendatangkan langsung dari luar Bali. Selain itu, dilihat
dari tingkat kesegaran dan kesehatan, bahan baku lokal ini
juga menjadi memungkinkan untuk memenuhi kualitas hidangan.
“Mendatangkan bahan baku dari luar Bali, kualitas kesegaran
tentu menjadi berkurang akibat lamanya waktu yang ditempuh.
Belum lagi ditambah biaya perjalanan yang dikeluarkan dan
pengawetan yang dilakukan untuk menjaga kondisi barang tidak
rusak atau busuk,” ujarnya.
Imbuhnya, ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan bahan baku ini. Contohnya, penggunaan bahan baku
dari luar Bali ini, tentu akan merembet pada penambahan biaya.
Itu nantinya akan berbuntut juga pada mahalnya harga menu
yang ditawarkan. Bila harga yang ditawarkan mahal, ini akan
berisiko dengan tingkat kunjungan konsumen. ‘’Kita
harus benar-benar mempertimbangkan hal tersebut, di tengah-tengah
ketatnya persaingan rumah makan yang ada,” tandasnya.
Hal sama juga diungkapkan Asmadi, pengelola usaha rumah makan
lainnya. Dikatakan, usaha yang lebih banyak menyajikan menu
khas ikan laut ini. Sebagian besar bahan bakunya, mengambil
dari produk lokal yang didapat di sekitar Benoa atau pasar
yang ada di Kedonganan.
“Pertimbangan ini saya ambil tentu saja, karena dikaitkan
dengan penekanan biaya. Selain itu, persedian ikan lokal Bali
juga memungkinkan untuk memenuhi semua kebutuhan ikan yang
diperlukan,” tegasnya.
Imbuhnya, bila semua itu terpenuhi maka tidak ada alasan untuk
membeli bahan baku dari luar Bali. Sementara itu, guna memenuhi
permintaan konsumen, ia menyediakan stok berbagai jenis bahan
makanan laut berkisar 10-20 kg per hari. Di antaranya cumi,
tongkol, kepiting dan masih banyak lainnya. *man