29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Lebih Murah, Sejumlah RM Utamakan Bahan Lokal
Denpasar (BisnisBali) -Pengeluaran biaya operasional berpengaruh bagi penerimaan omzet di segala bentuk usaha.

Tidak terkecuali pada pengelolaan usaha rumah makan (RM), pertimbangan biaya yang jatuh lebih murah, tak heran sejumlah usaha RM lebih mengutamakan menggunakan bahan baku lokal ketimbang mendatangkan langsung dari luar Bali karena akan mampu menekan biaya operasional.

Demikian diungkapkan Suyudi, pengelola rumah makan di Denpasar, terkait pemanfaatan bahan baku lokal, Kamis (28/2) kemarin. Terang Suyudi, suksesnya bisnis usaha RM tidak bisa lepas dari berbagai faktor.

Di samping letak yang strategis, faktor cita rasa dan harga menu dalam penyajian juga menjadi hal pendukung yang penting. Untuk itu, pemanfaatan bahan baku lokal bisa menjadi pilihan dalam kaitaan menyajikan menu hidangan dengan harga relatif murah, namun tanpa mengurangi kualitas hidangan.

Jelasnya, hampir semua bahan baku seperti daging, sayur dan beberapa bahan baku kebutuhan RM lainnya dibeli dari sejumlah pasar tradisional yang ada di Bali.

Pertimbangannya, pemanfaatan bahan baku lokal ini dari segi biaya untuk membeli bahan baku akan jauh lebih murah, dibandingkan mendatangkan langsung dari luar Bali. Selain itu, dilihat dari tingkat kesegaran dan kesehatan, bahan baku lokal ini juga menjadi memungkinkan untuk memenuhi kualitas hidangan.

“Mendatangkan bahan baku dari luar Bali, kualitas kesegaran tentu menjadi berkurang akibat lamanya waktu yang ditempuh. Belum lagi ditambah biaya perjalanan yang dikeluarkan dan pengawetan yang dilakukan untuk menjaga kondisi barang tidak rusak atau busuk,” ujarnya.

Imbuhnya, ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan bahan baku ini. Contohnya, penggunaan bahan baku dari luar Bali ini, tentu akan merembet pada penambahan biaya.

Itu nantinya akan berbuntut juga pada mahalnya harga menu yang ditawarkan. Bila harga yang ditawarkan mahal, ini akan berisiko dengan tingkat kunjungan konsumen. ‘’Kita harus benar-benar mempertimbangkan hal tersebut, di tengah-tengah ketatnya persaingan rumah makan yang ada,” tandasnya.

Hal sama juga diungkapkan Asmadi, pengelola usaha rumah makan lainnya. Dikatakan, usaha yang lebih banyak menyajikan menu khas ikan laut ini. Sebagian besar bahan bakunya, mengambil dari produk lokal yang didapat di sekitar Benoa atau pasar yang ada di Kedonganan.

“Pertimbangan ini saya ambil tentu saja, karena dikaitkan dengan penekanan biaya. Selain itu, persedian ikan lokal Bali juga memungkinkan untuk memenuhi semua kebutuhan ikan yang diperlukan,” tegasnya.

Imbuhnya, bila semua itu terpenuhi maka tidak ada alasan untuk membeli bahan baku dari luar Bali. Sementara itu, guna memenuhi permintaan konsumen, ia menyediakan stok berbagai jenis bahan makanan laut berkisar 10-20 kg per hari. Di antaranya cumi, tongkol, kepiting dan masih banyak lainnya. *man



  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost