Jakarta (BisnisBali) –Lebih dari 90 persen
pelanggan listrik golongan rumah tangga (RT) berpotensi terkena
disinsentif berupa tambahan biaya rekening dalam program penghematan
listrik yang direncanakan mulai Maret 2008.
Data PT PLN (Persero) yang diperoleh di Jakarta, Kamis kemarin
menunjukkan, dari total pelanggan listrik RT sebesar 34,104
juta, sebanyak 30,922 juta atau 90,67 persen di antaranya
mengkonsumsi listrik di atas batas terendah tidak terkena
disinsentif yakni 80 persen rata-rata pemakaian listrik nasional.
Hanya sebanyak 3,182 juta pelanggan RT atau 9,33 persen yang
kemungkinan mendapat insentif berupa pengurangan biaya rekening
listrik.
Data tersebut juga menunjukkan, dari 23,231 juta pelanggan
di sistem kelistrikan Jawa dan Bali, hanya 12.116 atau 0,1
persen pelanggan RT yang kemungkinan mendapat insentif.
Pelanggan rumah tangga tersebut merupakan golongan R2 (>2.200-6.600
VA) dan R3 (>6.600 VA) di Jawa-Bali. Sedangkan, pelanggan
rumah tangga kelas R1 dari 450 VA sampai 2.200 VA di data
tersebut akan terkena tarif lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
Untuk wilayah di luar Jawa dan Bali, dari 10,873 juta pelanggan
rumah tangga, sebanyak 3,16 juta atau 29,1 persen berpotensi
mendapatkan pengurangan biaya rekening.
Lebih khusus lagi, hampir seluruh pelanggan di semua golongan
wilayah distribusi Nusa Tenggara Timur berpotensi mendapat
insentif tarif. Pemerintah akan menerapkan program penghematan
pemakaian listrik melalui pengenaan tarif insentif dan disinsentif
pada rekening pelanggan bulan Maret yang ditagihkan April
2008.
Melalui skema tersebut, pelanggan akan mendapat insentif apabila
berhemat sama atau lebih besar dari 20 persen dari pemakaian
listrik nasional tahun 2007.
Namun jika pelanggan menggunakan listrik lebih dari 80 persen
rata-rata nasional, maka akan dikenakan tarif disinsentif.
Formula pemberian insentif adalah 20 persen dikalikan selisih
pemakaian rata-rata nasional dengan pemakaian pelanggan dikalikan
tarif listrik.
Sedang, formula disinsentif adalah 1,6 dikalikan selisih pemakaian
pelanggan dengan 80 persen pemakaian rata-rata nasional dikalikan
tarif listrik.
Data PLN untuk pemakaian listrik rata-rata nasional tahun
2007 adalah R1 450 VA sebesar 75 kWh, R1 900 VA 115 kWh, R1
1.300 VA 201 kWh, R1 2.200 VA 358 kWh, R2 650 kWh, dan R3
1.767 kWh.
PLN memperkirakan apabila pelanggan berhemat sebesar 20 persen
maka akan terdapat penghematan BBM sebanyak 3,732 juta kiloliter
per tahun atau setara dengan Rp 18,66 trilyun. *ant