Nusa Dua (BisnisBali) –Anggaran Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata dipangkas sebesar 15 persen. Tahun
ini anggaran Debudpar mencapai Rp 1 trilyun.
Ini artinya Rp 150 milyar dari total anggaran sudah tidak
bisa digunakan. Pihak Depbudpar menyatakan lampu merah terhadap
kemungkinan Bali mendapat bantuan dana even promosi.
Dirjen Pemasaran Departeman Kebudayaan dan Pariwisata (Debudpar),
Thamrin B. Bachri, Kamis (28/2) kemarin di Nusa Dua menyatakan,
dana yang dialokasikan kepada Debudpar telah dipangkas untuk
di-saving oleh pemerintah. “Sampai bulan kedua ini dana
kita telah di-saving sebesar 15 persen dari total budget,”
ujarnya.
Tanpa menyebutkan untuk apa saja dana yang di-saving tersebut,
dirinya menyatakan anggaran satu trilyun masih jauh dari ideal
mengingat Depbudpar memerlukan dana promosi yang sangat besar.
Tahun ini untuk mendukung Visit Indonesia Year (VIY) 2008
Debudpar memiliki anggaran hanya Rp 150 milyar.
Pihaknya mengaku tidak bisa mendukung semua kegiatan promosi
dalam bentuk even yang telah diprogramkan. “Kita akan
mendukung semua program promosi khususnya 100 even yang telah
diagendakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menegaskan dukungan terhadap
100 even tersebut bukan berupa dana namun lebih kepada dukungan
promosinya.
Dibandingkan negara lain anggaran promosi Indonesia jauh lebih
kecil dibandingkan negara lain. Padahal dengan luas wilayah
dan besarnya potensi yang ada anggaran promosi Rp 150 milyar
jauh dari memadai. Untuk itu pihaknya melakukan skala prioritas
terhadap 10 destinasi yang tengah diprioritaskan di luar Bali.
Ketika ditanya apakah Bali akan mendapat bantuan dana untuk
17 even yang akan dilaksanakan dalam tahun ini, dia hanya
menjawab pemerintah tidak akan memberikan bantuan dana. Dikatakan,
pemerintah pusat hanya akan memberikan bantuan program serta
promosi terhadap program yang akan dilaksanakan. *wid
|