Badung (BisnisBali) -Guna mempercepat pengembangan
sektor riil dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) Udiyana Putra yang beroperasi di
Kuta, Badung menerapkan aspek proden atau hati-hati dalam
penyaluran kredit. Hal ini dilaksanakan sebagai salah satu
kiat untuk menghindari meningkatnya kredit macet atau nonperforming
loan (NPL).
Direktur Utama Bank Udiyana Putra di Kuta, Agus Prima Wardana,
S.E., M.M. mengungkapkan hal ini, Kamis (28/2) kemarin terkait
kondisi ekonomi rakyat yang tidak terlepas dari finansial
BPR.
Menurut dia, mesti BPR Udiyana Putra berada di tengah-tengah
kehidupan pariwisata Kuta, pemberdayaan UMKM selalu menjadi
fokus perhatian. Pinjaman bank yang diperlukan disesuaikan
dengan usaha produktif yang digeluti.
Dijelaskan, aspek proden yang diterapkan untuk menghindari
NPL menjadi tinggi di antaranya kerakteristik, kejujuran,
kestabilan dan kepercayaan semua komponen petugas BPR dan
para nasabah mesti lebih ditingkatkan agar mampu melahirkan
atau menguji mutu pelayanan.
Akibat upaya ini, Bank Udiyana sering mendapat penghargaan
tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya sebagai
penyandang penghargaan nomor satu dari Apconex Exellen tahun
2007 dan berbagai jenis penghargaan lainnya.
Untuk mencapai tujuan ini, ketajaman analisis ke dalam sayogyanya
dijadikan salah satu tolok ukur yang kuat, di samping melihat
kondisi ekonomi rakyat dekade tahun 2008. *dra
|