Badung (BisnisBali) –Meski luas
areal laut di Badung terbatas, lebih kecil dari kabupaten
lainnya di Bali, namun, pada 2007 lalu produksi ikan jenis
layur di Badung terus mengalami peningkatan dengan angka
terakhir mencapai 898,7 ton.
“Di Badung banyak tersimpan komoditi laut yang jumlahnya
cukup besar berupa ikan bernilai ekonomis tinggi. Komoditi
tersebut antara lain, rumput laut, lobster, tuna cekalan,
ikan karang dan ikan layur lemuru,” tutur Kepala Dinas
Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana,
A.P,.S.Sos, Kamis (28/2) kemarin.
Terang Oka, khusus untuk layur merupakan salah satu produk
yang banyak ditangkap nelayan tradisional dan bisa didapat
sepanjang tahun, asalkan nelayan bisa melaut.
Imbuhnya, berdasarkan data statistik di Dinas Perikanan
dan Kelautan Kabupaten Badung bahwa produksi ikan layur
2007 mengalami peningkatan cukup baik dari tahun sebelumnya
yang data terakhir mencatat sekitar 898,7 ton dengan nilai
Rp 10.784.736.000.
Triwulan I produksi layur ini mencapai 6,1 ton dengan nilai
Rp 73.056.000, triwulan II sebanyak 511,9 ton dengan nilai
Rp 6.142.320.000, triwulan III 283,9 ton dengan nilai Rp
3.407.280.000 dan triwulan ke IV produksinya sebesar 96,8
ton dengan nilai Rp 1.162.000.000.
Imbuhnya, ikan layur ini banyak ditangkap oleh para nelayan
di Kedonganan dan Jimbaran. “Ikan layur ini ditangkap
oleh para nelayan tradisional, antara lain di Kelan, Jimbaran
dan Kedonganan kemudian dijual di pasar ikan Kedonganan.
Dijual dalam keadaan segar, sehabis ditangkap langsung dijual
sehingga rasanya enak,” ujarnya.
Terkait dengan masih berlangsungnya cuaca buruk, para nelayan
sulit melaut, produksi ikan secara otomatis menurun tak
heran bila pada musim paceklik, akibat cuaca buruk ini membuat
harga ikan layur pun mahal, mencapai Rp 17.000 per kg, padahal
sebelumnya pada cuaca normal harganya hanya separuhnya.
”Memang cuaca buruk ini membuat pantai juga jadi kotor
akibat kiriman sampah. Dan ini mungkin akan terjadi hingga
memasuki Sasih Kedasa nanti, saat itu secara otomatis pantai
dan laut akan bersih kembali,” tegasnya. *man
|