29 Februari 2008  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Perikanan Laut Badung Produksi Layur 898,7 Ton

Badung (BisnisBali) –Meski luas areal laut di Badung terbatas, lebih kecil dari kabupaten lainnya di Bali, namun, pada 2007 lalu produksi ikan jenis layur di Badung terus mengalami peningkatan dengan angka terakhir mencapai 898,7 ton.

“Di Badung banyak tersimpan komoditi laut yang jumlahnya cukup besar berupa ikan bernilai ekonomis tinggi. Komoditi tersebut antara lain, rumput laut, lobster, tuna cekalan, ikan karang dan ikan layur lemuru,” tutur Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung, Putu Oka Swadiana, A.P,.S.Sos, Kamis (28/2) kemarin.

Terang Oka, khusus untuk layur merupakan salah satu produk yang banyak ditangkap nelayan tradisional dan bisa didapat sepanjang tahun, asalkan nelayan bisa melaut.

Imbuhnya, berdasarkan data statistik di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung bahwa produksi ikan layur 2007 mengalami peningkatan cukup baik dari tahun sebelumnya yang data terakhir mencatat sekitar 898,7 ton dengan nilai Rp 10.784.736.000.

Triwulan I produksi layur ini mencapai 6,1 ton dengan nilai Rp 73.056.000, triwulan II sebanyak 511,9 ton dengan nilai Rp 6.142.320.000, triwulan III 283,9 ton dengan nilai Rp 3.407.280.000 dan triwulan ke IV produksinya sebesar 96,8 ton dengan nilai Rp 1.162.000.000.

Imbuhnya, ikan layur ini banyak ditangkap oleh para nelayan di Kedonganan dan Jimbaran. “Ikan layur ini ditangkap oleh para nelayan tradisional, antara lain di Kelan, Jimbaran dan Kedonganan kemudian dijual di pasar ikan Kedonganan. Dijual dalam keadaan segar, sehabis ditangkap langsung dijual sehingga rasanya enak,” ujarnya.

Terkait dengan masih berlangsungnya cuaca buruk, para nelayan sulit melaut, produksi ikan secara otomatis menurun tak heran bila pada musim paceklik, akibat cuaca buruk ini membuat harga ikan layur pun mahal, mencapai Rp 17.000 per kg, padahal sebelumnya pada cuaca normal harganya hanya separuhnya.

”Memang cuaca buruk ini membuat pantai juga jadi kotor akibat kiriman sampah. Dan ini mungkin akan terjadi hingga memasuki Sasih Kedasa nanti, saat itu secara otomatis pantai dan laut akan bersih kembali,” tegasnya. *man

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost